BALIGE TIMES – Dalam lanskap bisnis yang kompetitif, terutama bagi para perintis UMKM, konsep keseimbangan kerja-hidup seringkali menjadi perdebatan sengit. Apakah mungkin membangun bisnis bernilai miliaran sambil tetap memiliki waktu untuk diri sendiri dan keluarga? Kisah Nicole Bernard Dawes, founder dua perusahaan sukses Late July dan Nixie, menawarkan perspektif unik yang sangat relevan bagi para pemilik UMKM yang berjuang di garis depan.
Ringkasan Berita
Nicole Bernard Dawes, seorang wirausahawan berpengalaman yang telah mengembangkan dua perusahaan hingga sukses besar, memiliki filosofi menarik tentang keseimbangan kerja-hidup. Ia adalah pendukung kuat gagasan bahwa karyawan harus sepenuhnya melepaskan diri dari pekerjaan setelah jam kerja, namun ia tidak menerapkan standar yang sama untuk dirinya sendiri. “Saya pikir saya mungkin sedikit munafik, karena saya tidak pernah melepaskan diri,” ujar Dawes.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, termasuk mendirikan merek keripik tortilla organik Late July pada tahun 2003 (diakuisisi oleh Campbell’s senilai 100 juta dolar) dan lini minuman soda bebas gula Nixie pada tahun 2018 (mengumpulkan dana 27 juta dolar), Dawes telah melewati berbagai tantangan ekonomi dan malam tanpa tidur. Namun, ia dengan tegas membedakan perannya sebagai founder dengan peran karyawannya. “Saya mendaftar untuk ini. Saya adalah wirausahawan, saya melakukan ini pada diri saya sendiri,” jelas Dawes. “Mereka (karyawan saya) tidak mendaftar untuk menjadi wirausahawan.”
Meskipun ia sendiri tidak pernah “unplug” sepenuhnya dari pekerjaan, Dawes sangat peduli agar pekerjaan tidak mengambil alih kehidupan stafnya. Ia tumbuh besar dalam lingkungan bisnis, menyaksikan bagaimana orang tuanya (founder Cape Cod Chips dan toko makanan sehat) kesulitan melepaskan diri dari pekerjaan. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang pengorbanan yang diperlukan, namun juga tekad untuk memastikan timnya memiliki ruang untuk kehidupan pribadi mereka.
Kendati Dawes mengakui sulit baginya untuk benar-benar berhenti bekerja, ia tetap memprioritaskan hal-hal yang menjaga kewarasannya, seperti makan malam keluarga hampir setiap malam, berjalan kaki setiap hari, dan berolahraga. Hobinya, seperti pergi ke toko kelontong untuk mengamati tren pasar, bahkan menjadi perpaduan antara kesenangan pribadi dan riset bisnis. Baginya, gairah yang mendalam terhadap misi dan produk membuat pekerjaan terasa seperti kesenangan, bukan beban.
Pelajaran Bisnis untuk UMKM
Kisah Nicole Bernard Dawes mengandung wawasan berharga yang dapat diterapkan oleh para pemilik UMKM:
- Pahami Perbedaan Peran Founder dan Karyawan: Sebagai pemilik UMKM, Anda mungkin merasa harus selalu siaga. Dawes mengingatkan bahwa Anda “mendaftar” untuk gaya hidup ini, tetapi karyawan Anda tidak. Memberikan ruang bagi tim untuk memiliki keseimbangan kerja-hidup akan membangun loyalitas, mengurangi stres, dan meningkatkan produktivitas jangka panjang. Lingkungan kerja yang sehat sangat penting untuk retensi karyawan.
- Prioritaskan Kesejahteraan Tim: Jangan memaksakan etos kerja tanpa henti ala entrepreneur kepada karyawan Anda. Dawes secara aktif mendorong stafnya untuk sepenuhnya terputus dari pekerjaan di luar jam kantor. Ini adalah kunci untuk menciptakan budaya kerja yang positif dan menghindari kelelahan.
- Temukan “Keseimbangan” Versi Anda: Jika melepaskan diri sepenuhnya itu sulit, fokuslah pada membuat waktu untuk prioritas pribadi. Dawes, meskipun selalu terhubung, memastikan ia punya waktu untuk makan malam keluarga, olahraga, atau hobinya. Tentukan apa yang paling penting bagi Anda dan jadwalkan waktu untuk itu secara konsisten. Ini bukan tentang total “unplugging,” tetapi tentang manajemen waktu yang cerdas.
- Gairah adalah Bahan Bakar Utama: Dawes menekankan pentingnya gairah terhadap misi dan produk Anda. Bagi UMKM, di mana sumber daya seringkali terbatas, gairah inilah yang akan menopang Anda melewati masa-masa sulit dan membuat pekerjaan terasa kurang membebani. Ketika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, tantangan akan terasa seperti peluang.
- Belajar dari Lingkungan Sekitar: Dawes menjadikan kunjungan ke toko kelontong sebagai “hobinya” untuk mengamati tren pasar dan perilaku konsumen. Ini adalah contoh sempurna bagaimana pemilik UMKM bisa mengubah aktivitas sehari-hari menjadi riset pasar yang berharga. Selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari lingkungan sekitar Anda.
- Terbuka Mata terhadap Realitas Kewirausahaan: Dawes mengakui bahwa kewirausahaan bisa stres, sepi, dan membutuhkan banyak pengorbanan. Memasuki dunia bisnis dengan pemahaman yang realistis akan tantangan yang akan dihadapi akan membantu Anda lebih siap secara mental dan emosional.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pemilik UMKM dapat memimpin tim mereka menuju kesuksesan, sambil tetap menjaga kewarasan mereka sendiri dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi semua.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / fortune.com