BALIGE TIMES – Dalam dunia bisnis yang serba cepat, pengelolaan reputasi dan respons terhadap kritik adalah kunci, tak terkecuali bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Konflik sengit antara mantan Presiden AS Donald Trump dengan stasiun televisi ABC dan pembawa acara Jimmy Kimmel menawarkan serangkaian pelajaran berharga tentang bagaimana menghadapi tekanan publik, mengelola citra merek, dan menavigasi medan media yang kompleks.

Ringkasan Berita

Presiden Donald Trump melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap ABC dan pembawa acara larut malam Jimmy Kimmel, mendesak jaringan tersebut untuk “menyingkirkan orang bodoh itu dari udara” menyusul lelucon Kimmel tentang Jeffrey Epstein. Serangan ini terjadi setelah Kimmel sebelumnya diskors sementara oleh ABC dan kembali tayang setelah protes publik. Trump juga mengkritik koresponden Gedung Putih ABC, Mary Bruce, atas pertanyaan-pertanyaannya dan bahkan mengeluarkan memo 17 poin yang berisi keluhan terhadap ABC News, menuduhnya sebagai “operasi putar balik Demokrat”. Keluhan-keluhan ini termasuk klaim yang tidak akurat oleh George Stephanopoulos, faktapendataan ABC terhadap Trump dalam debat, dan bahkan penyelesaian gugatan pencemaran nama baik senilai $15 juta yang dibayarkan Disney (induk ABC) terkait klaim terhadap E. Jean Carroll. ABC menolak berkomentar secara langsung mengenai pernyataan Trump tentang Kimmel, meskipun peringkat acara Kimmel sempat naik setelah kembali tayang.

Pelajaran Bisnis

  1. Reputasi dan Citra Merek Adalah Aset Tak Ternilai

    Seperti bagaimana Donald Trump terus-menerus menyerang “ABC Fake News” dan Kimmel, menunjukkan betapa pentingnya persepsi publik terhadap suatu entitas. Bagi UMKM, setiap tindakan, produk, atau layanan Anda membentuk reputasi. Pertahankan citra merek yang konsisten dan positif. Tanggapi ulasan negatif dengan profesionalisme dan upaya perbaikan. Reputasi yang baik adalah magnet bagi pelanggan.

  2. Kritik dan Umpan Balik: Seni Menghadapi Badai

    Kimmel diskors lalu dikembalikan karena desakan publik, sementara Trump terus-menerus menyerang. Kritikan, terutama di media sosial, bisa menyakitkan. Bagi UMKM, jangan panik. Evaluasi kritik secara objektif: Apakah ada pelajaran yang bisa diambil? Jika kritik tidak beralasan atau provokatif, pertimbangkan respons yang tenang dan berdasar fakta, atau bahkan “no comment” jika memang tidak konstruktif. Terkadang, tidak merespons justru lebih baik.

  3. Pentingnya Konsistensi Pesan dan Batasan Konten

    Konflik ini dimulai dari konten komedi Kimmel dan pertanyaan tajam reporter. Bagi UMKM, pastikan semua komunikasi pemasaran dan konten Anda selaras dengan nilai-nilai merek Anda. Ketahui batasan apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan atau katakan, terutama yang berpotensi memecah belah atau menyinggung pelanggan. Konten yang konsisten membangun kepercayaan.

  4. Manajemen Krisis dan Respons Cepat Adalah Kunci

    ABC menghadapi situasi sulit dengan suspensi Kimmel dan memo keluhan dari Gedung Putih. UMKM harus memiliki rencana sederhana untuk menghadapi krisis, misalnya, keluhan pelanggan massal atau masalah produk. Kecepatan dan profesionalisme dalam menanggapi krisis dapat mencegah kerusakan reputasi yang lebih besar. Siapa yang bertanggung jawab merespons? Bagaimana pesannya? Pertanyaan ini harus terjawab sebelum krisis datang.

  5. Berhati-hati dengan Implikasi Hukum (Pencemaran Nama Baik)

    Gugatan pencemaran nama baik senilai $15 juta yang dibayar Disney (induk ABC) adalah pengingat keras. Bagi UMKM, berhati-hatilah dengan apa yang Anda katakan atau tulis tentang kompetitor, produk lain, atau bahkan pelanggan. Pastikan klaim pemasaran Anda didukung fakta dan kebenaran. Tuduhan pencemaran nama baik, meskipun di tingkat UMKM, bisa berakibat fatal bagi keberlangsungan bisnis.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / fortune.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *