BALIGE BIZ NEWS – Di era digital yang serba cepat ini, setiap UMKM dituntut untuk aktif dalam pemasaran. Namun, seringkali semangat ini justru berujung pada “optimisme tanpa arah”, terutama ketika mengejar tren seperti AI atau media sosial yang sedang viral. Artikel ini akan membahas pandangan Katie Miserany, Chief Communication Officer dan SVP of Marketing SurveyMonkey, tentang mengapa banyak upaya pemasaran justru gagal dan bagaimana UMKM dapat membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Ringkasan Berita
Pakar pemasaran SurveyMonkey, Katie Miserany, menyoroti masalah fundamental dalam strategi pemasaran saat ini: kecenderungan untuk melakukan “random acts of marketing” atau tindakan pemasaran sporadis. Menurutnya, banyak tim pemasaran, termasuk UMKM, terlalu mudah tergoda untuk mengikuti setiap tren yang muncul (misalnya, membuat survei tentang TikTok karena sedang populer), tanpa terlebih dahulu memahami relevansinya dengan kebutuhan pelanggan atau tujuan bisnis mereka. Hasilnya seringkali mengecewakan, seperti upaya yang sia-sia atau kalah saing dengan merek yang lebih besar dan memiliki sumber daya lebih. Miserany menekankan bahwa inti masalah bukanlah teknologi baru seperti AI, melainkan fondasi pemasaran yang rapuh. Tanpa fondasi yang kuat, upaya pemasaran hanya akan menjadi “kebisingan” belaka, tidak mampu menembus target pasar.
Miserany berbagi pengalamannya saat bekerja di Sheryl Sandberg’s Foundation. Meskipun sumber daya terbatas, timnya menghabiskan waktu yang sangat lama di fase perencanaan. Mereka bertanya secara mendalam tentang ‘biaya melakukan ini’ dan ‘biaya tidak melakukannya’. Perencanaan yang cermat ini membuat eksekusi terasa ‘hampir tanpa usaha’ dan memungkinkan konsistensi yang luar biasa. Mereka bahkan membuat ‘sumur’ — sebuah dokumen yang berisi panduan bahasa dan pesan yang konsisten untuk semua komunikasi.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep ‘scaffolding’ atau integrasi kampanye. Daripada meluncurkan satu taktik terpisah (misalnya, sponsor F1), lebih baik menggabungkannya dengan elemen lain seperti konferensi, webinar, dan kampanye email susulan. Pendekatan ini menciptakan pengalaman yang terintegrasi dan lebih bermanfaat bagi pelanggan. Intinya, di tengah banjir konten yang mudah dibuat dengan AI, merek yang akan menonjol adalah yang melakukan ‘lebih sedikit hal, tetapi dengan lebih baik’, dan yang paling penting, memahami nilai unik yang mereka tawarkan kepada pelanggan mereka.
Pelajaran Bisnis untuk UMKM
Berikut adalah beberapa tips bisnis yang dapat diterapkan UMKM berdasarkan wawasan dari Katie Miserany:
- Hindari “Random Acts of Marketing” (Tindakan Pemasaran Sporadis): Jangan tergoda untuk melompat pada setiap tren atau platform yang sedang populer hanya karena Anda bisa. Sebelum meluncurkan kampanye apa pun, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini sesuai dengan tujuan bisnis saya? Apakah ini benar-benar relevan dengan pelanggan saya? Fokus pada apa yang penting bagi audiens target Anda, bukan hanya pada “apa yang sedang ramai”.
- Bangun Fondasi Pemasaran yang Kuat: Kenali pelanggan Anda secara mendalam. Apa kebutuhan, masalah, dan keinginan mereka? Bagaimana produk atau layanan Anda dapat memberikan solusi atau nilai unik? Pahami posisi merek Anda dan tentukan pesan inti yang ingin Anda sampaikan secara konsisten. Fondasi ini akan menjadi dasar dari semua strategi pemasaran Anda.
- Prioritaskan Perencanaan Matang, Bukan Hanya Eksekusi Cepat: Seperti pengalaman di Sheryl Sandberg’s Foundation, alokasikan waktu yang cukup untuk perencanaan. Jangan takut untuk “menggali” ide-ide Anda. Pertimbangkan potensi biaya dan manfaat dari setiap tindakan pemasaran. Perencanaan yang matang akan membuat eksekusi lebih mudah, efektif, dan konsisten dalam jangka panjang, bahkan untuk UMKM dengan sumber daya terbatas.
- Pertahankan Konsistensi Pesan Merek: Kembangkan “sumur” Anda sendiri — panduan tentang bagaimana merek Anda berbicara dan pesan apa yang ingin Anda sampaikan. Pastikan semua saluran pemasaran (media sosial, situs web, promosi offline, komunikasi pelanggan) menggunakan bahasa dan pesan yang konsisten. Repetisi dan konsistensi adalah kunci untuk diingat dan dipercaya oleh pelanggan.
- Integrasikan Kampanye Anda (Scaffolding): Daripada melakukan satu taktik pemasaran yang terisolasi, pikirkan bagaimana Anda dapat mengintegrasikan beberapa elemen. Misalnya, jika Anda membuat postingan media sosial, bisakah itu dihubungkan dengan artikel blog, kampanye email, atau penawaran khusus? Ciptakan pengalaman menyeluruh yang mengelilingi pelanggan Anda dengan cara yang bermanfaat dan relevan.
- Fokus pada Nilai Unik, Bukan Hanya “Keren”: Di tengah lautan merek yang mencoba tampil “keren”, UMKM dapat menonjol dengan secara jelas mengartikulasikan nilai inti yang mereka berikan. Apa yang membuat Anda berbeda dan berharga di mata pelanggan? Apakah Anda “si kutu buku yang bisa diandalkan” atau “pemecah masalah yang efisien”? Maksimalkan nilai unik ini dalam setiap aspek pemasaran Anda.
- Manfaatkan Alat Riset Pelanggan yang Terjangkau: Jangan berasumsi Anda tahu segalanya tentang pelanggan Anda. Gunakan alat survei online yang terjangkau (banyak opsi gratis atau murah yang tersedia selain SurveyMonkey) untuk menguji ide produk, preferensi desain logo, atau memvalidasi ide bisnis. Mendapatkan masukan langsung dari audiens target Anda sangat penting untuk tetap relevan dan otentik.
- Jembatani Kreativitas dengan Hasil Bisnis Nyata: Setiap upaya pemasaran, sekecil apa pun, harus dapat dijustifikasi dengan potensi hasil bisnis. Lacak metrik yang relevan (misalnya, peningkatan traffic, engagement, leads, penjualan). Pemasaran yang efektif tidak hanya kreatif, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan finansial UMKM Anda.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com