BALIGE BIZ NEWS – Persona pembeli adalah pondasi penting dalam strategi pemasaran, berfungsi sebagai cetak biru yang memandu kampanye, perjalanan pelanggan, hingga pengembangan produk. Namun, banyak UMKM seringkali membuat kesalahan dengan persona yang terlalu umum, mengabaikan aspek identitas pelanggan yang beragam. Celah ini berpotensi merugikan Anda dan membuat pemasaran Anda kurang autentik.
Ringkasan Berita
Berita terbaru menyoroti bahwa persona pembeli tradisional seringkali tidak dilengkapi dengan konteks identitas yang dibutuhkan pemasar untuk melayani berbagai lapisan pelanggan ideal mereka secara efektif. Akibatnya, persona-persona ini gagal mengubah calon konsumen tertentu menjadi pelanggan pada tingkat yang seharusnya. Ini adalah kerugian besar, terutama bagi UMKM yang berjuang untuk setiap konversi.
Sebagai contoh, seorang konsultan pemasaran inklusif menemukan bahwa meskipun merek memiliki persona pembeli yang spesifik, pelaksanaan kampanye seringkali kurang berhasil. Hal ini terjadi karena persona tersebut kurang mendalam dalam informasi tentang berbagai identitas konsumen yang ingin dijangkau. Misalnya, kampanye sering gagal melibatkan konsumen dari komunitas yang kurang terwakili atau yang memiliki kebutuhan spesifik terkait identitas mereka, meskipun mereka cocok dengan profil persona umum. Mendapatkan hal ini dengan benar membuat pembeli merasa dilihat, didukung, dan merasa memiliki.
Setiap konsumen memiliki identitas yang memengaruhi apa yang mereka beli dan dari siapa mereka membeli. Misalnya, latar belakang etnis, preferensi bahasa, kondisi kesehatan, atau bahkan disabilitas dapat memengaruhi keputusan pembelian. Pelanggan secara sadar maupun tidak sadar mencari jawaban atas pertanyaan mendasar: “Apakah produk ini untuk orang seperti saya?” Jika mereka tidak merasa demikian, mereka akan beralih ke merek lain. Merek menghadapi tantangan untuk secara jelas dan cepat mengkomunikasikan bahwa penawaran mereka sesuai dengan identitas spesifik orang-orang yang menghadapi masalah yang mereka pecahkan. Ini berarti pemasar perlu mengakui identitas tersebut dalam persona.
Pelajaran Bisnis
- Pahami Identitas Pelanggan Secara Mendalam: Jangan hanya terpaku pada demografi dasar. Gali lebih dalam tentang identitas unik pelanggan ideal Anda—mulai dari latar belakang budaya, bahasa ibu, kondisi kesehatan (misalnya, alergi gluten), disabilitas (misalnya, gangguan penglihatan), hingga status sosial atau pengalaman hidup (misalnya, imigran, orang tua tunggal). Identitas ini sangat memengaruhi keputusan pembelian mereka.
- Gunakan Data dan Riset Langsung: Untuk UMKM, data bisa berasal dari mana saja. Lakukan survei singkat, wawancara 1:1 dengan pelanggan setia, atau dengarkan percakapan di grup media sosial lokal. Pertimbangkan umpan balik langsung untuk memahami bagaimana identitas memengaruhi perjalanan pembelian mereka. Tanyakan tentang tantangan, frustrasi, dan harapan yang mungkin terkait dengan identitas mereka.
- Perkaya Persona Pembeli yang Ada: Ambil persona pembeli yang sudah Anda miliki dan tambahkan lapisan informasi berbasis identitas. Misalnya, jika ‘Kreator Carmen’ adalah persona Anda, tidak cukup hanya mengetahui usianya dan minatnya. Tambahkan bagaimana menjadi seorang Afro-Latina, tunanetra, atau memiliki preferensi bahasa tertentu memengaruhi pilihannya terhadap alat kreatif atau acara yang dia hadiri.
- Buat Persona Identitas Spesifik (Jika Perlu): Dalam beberapa kasus, membuat persona terpisah untuk identitas tertentu bisa lebih efektif. Misalnya, jika produk Anda melayani anak-anak, atau jika Anda menargetkan komunitas dengan kebutuhan budaya atau agama yang sangat spesifik (seperti dijelaskan dalam artikel tentang komunitas Muslim), persona terpisah akan membantu Anda merancang produk, komunikasi, dan pengalaman yang lebih autentik dan inklusif.
- Komunikasikan ‘Ini Untukku’: Setelah Anda memahami identitas pelanggan, pastikan pesan pemasaran Anda secara jelas dan cepat mengkomunikasikan bahwa produk atau layanan Anda “untuk orang seperti mereka”. Ini bisa melalui visual, bahasa, fitur produk, atau testimoni yang relevan. Ketika pembeli merasa dilihat, didukung, dan merasa memiliki, tingkat konversi Anda akan meningkat secara signifikan.
- Manfaatkan Sumber Daya Gratis: Artikel ini juga merekomendasikan “6 template persona pembeli gratis, dilengkapi panduan instruksional” sebagai sumber daya yang sangat berguna. UMKM dapat menggunakannya untuk memulai atau menyempurnakan persona pembeli mereka agar lebih mendalam dan efektif.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com