BALIGE BIZ NEWS – Penulis terkenal John Green, yang dikenal lewat karya fiksi remajanya, baru-baru ini berbicara tentang lebih dari sekadar buku terbarunya ‘Everything is Tuberculosis’. Dalam wawancaranya, Green berbagi wawasan tak terduga tentang pemasaran, pengembangan proyek, hingga filosofi bisnis yang sangat relevan untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ringkasan Berita

Penulis John Green, yang dikenal lewat novel-novel laris seperti “The Fault in Our Stars”, baru-baru ini merilis buku non-fiksi berjudul “Everything is Tuberculosis”. Dalam bukunya, ia berargumen bahwa tuberkulosis (TB) telah membentuk banyak aspek kehidupan kita. Salah satu contoh menarik yang ia sampaikan adalah bagaimana John B. Stetson, seorang pembuat topi di tahun 1850-an, mendesain topi koboi ikonis setelah dokter menyarankannya untuk pindah ke Barat karena menderita TB.

Green juga membagikan ide pemasaran uniknya saat berdiskusi tentang kemitraan dengan Dr Pepper. Ia mengusulkan untuk mensponsori “hubungan umat manusia dengan bulan”, sebuah ide yang absurd namun menurutnya dapat menambah “absurditas dan kegembiraan di dunia.” Ini menunjukkan bahwa ia tidak tertarik pada kesepakatan merek biasa, melainkan pada kemitraan yang dapat memperkaya makna.

Dalam mengembangkan proyek-proyeknya, Green menekankan pentingnya merekrut orang pertama yang memiliki nilai dan passion yang selaras. Ia mencontohkan kesuksesan kanal edukasi YouTube Crash Course yang ia dirikan bersama saudaranya. Pemasaran Crash Course terjadi secara “bottom-up”, di mana siswa yang antusias merekomendasikannya kepada guru mereka, membuktikan kekuatan dari pemasaran dari mulut ke mulut.

Green percaya pada ROI (Return on Investment) yang terungkap dalam jangka waktu panjang, bukan yang langsung terukur. Ia juga menyarankan untuk tidak hanya menargetkan demografi sempit, melainkan berfokus pada “kelompok inti pelanggan yang antusias”, atau audiens “berbasis nilai”. Sebagai seorang co-founder dari beberapa bisnis kecil (DFTBA, Complexly, Good Store), ia selalu mencari proyek yang memberdayakan kreator dan membawa kegembiraan.

Meskipun mengakui dirinya sangat menghindari risiko, Green menyatakan bahwa ia selalu mengikuti inspirasinya, yang ia sebut sebagai “creative honesty”, dan memercayai bahwa audiensnya akan selalu ada. Pada akhirnya, ia menyimpulkan bahwa tuberkulosis sendiri memiliki “masalah pemasaran yang masif”. Meskipun penyakit ini mematikan namun dapat disembuhkan dan dicegah, banyak orang tidak menyadarinya, menunjukkan pentingnya kampanye pemasaran yang kuat, serupa dengan kampanye HIV/AIDS atau Malaria No More.

Pelajaran Bisnis

  1. Kisah (Storytelling) adalah Kekuatan Pemasaran Terbaik.
    • Seperti kisah terciptanya topi koboi karena TB, setiap produk atau layanan UMKM Anda memiliki cerita. Gunakan narasi yang kuat untuk menjelaskan asal-usul, nilai, dan bagaimana produk Anda memecahkan masalah atau menciptakan nilai, sehingga menarik perhatian dan membangun koneksi emosional dengan pelanggan.
  2. Berani Berpikir Kreatif dan Unik dalam Kemitraan.
    • Jangan takut untuk mengajukan ide-ide promosi atau kemitraan yang tidak konvensional, bahkan jika terdengar “absurd”. Kemitraan yang kreatif dan selaras dengan nilai merek Anda bisa menghasilkan perhatian yang lebih besar dan membedakan UMKM Anda dari pesaing.
  3. Pilih Tim dengan Nilai dan Passion yang Sama.
    • Ketika UMKM Anda mulai merekrut, pastikan orang pertama yang Anda pekerjakan memiliki nilai dan semangat yang sama dengan visi Anda. Mereka adalah fondasi awal yang krusial untuk menjaga budaya perusahaan dan mendorong proyek Anda maju.
  4. Prioritaskan Kualitas untuk Pemasaran ‘Bottom-Up’ (Word-of-Mouth).
    • Fokus utama UMKM harus pada penciptaan produk atau layanan yang luar biasa. Kualitas ini akan mendorong pelanggan untuk secara sukarela merekomendasikannya kepada orang lain (pemasaran dari mulut ke mulut), yang merupakan strategi paling efektif dan hemat biaya.
  5. Investasi pada Hubungan Pelanggan adalah ROI Jangka Panjang.
    • Jangan hanya mencari keuntungan instan. Berinvestasilah dalam membangun hubungan yang kuat, kepercayaan, dan kepuasan pelanggan. Meskipun hasilnya tidak langsung terlihat, loyalitas pelanggan akan membawa pertumbuhan yang berkelanjutan dan lebih berharga dalam jangka panjang.
  6. Targetkan ‘Kelompok Pelanggan Berbasis Nilai’, Bukan Sekadar Demografi.
    • Alih-alih terpaku pada segmentasi demografi yang sempit, identifikasi pelanggan yang memiliki nilai, minat, atau “getaran” yang sama dengan merek Anda. Kelompok ini cenderung menjadi duta merek yang paling setia dan antusias.
  7. Praktikkan ‘Creative Honesty’ dalam Inovasi.
    • Ikuti intuisi dan rasa ingin tahu Anda dalam mengembangkan produk atau layanan baru. Berani berinovasi secara jujur pada visi dan passion Anda, dan percayalah bahwa audiens yang menghargai keaslian akan mengikuti perjalanan merek Anda.
  8. Pentingnya Pemasaran untuk Mengatasi ‘Masalah Kesadaran’.
    • Bahkan untuk isu vital seperti TB, kurangnya kesadaran bisa sangat fatal. Bagi UMKM, ini berarti Anda harus secara proaktif mengedukasi pasar tentang manfaat, nilai unik, dan solusi yang ditawarkan produk atau layanan Anda, terutama jika Anda mengatasi masalah yang belum banyak diketahui publik.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *