BALIGE TIMES – Dalam lanskap bisnis yang terus berubah, strategi pemasaran yang efektif adalah kunci keberlangsungan UMKM. Seringkali, tantangan yang dihadapi UMKM terasa sangat besar, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga persaingan ketat. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh pakar pemasaran destinasi, Ashley Judge, bahkan dengan tantangan yang rumit sekalipun, ada cara untuk mencapai kesuksesan. Mari kita selami pelajaran berharga dari ahli ini yang dapat diaplikasikan langsung oleh UMKM Anda.

Ringkasan Berita

Bayangkan harus mengelola pemasaran untuk sebuah kota bersejarah yang menjadi magnet jutaan wisatawan, sekaligus destinasi Halloween terbesar di dunia, dengan berbagai mitos dan tantangan uniknya. Itulah yang dihadapi Ashley Judge, seorang pakar pemasaran pariwisata yang sukses mengelola promosi Destinasi Salem. Di tengah perubahan algoritma SEO dan media sosial yang “menyeramkan”, Judge menemukan kesuksesan luar biasa dengan media milik sendiri (owned media), khususnya pemasaran email. Ia menekankan pentingnya membangun koneksi personal, bukan sekadar “hard sell”. Judge juga menunjukkan bagaimana mengatasi hambatan operasional, seperti keterbatasan parkir untuk jutaan pengunjung, dengan mengubahnya menjadi peluang pemasaran yang kreatif, seperti kampanye ajakan naik kereta. Selain itu, timnya berhasil berbicara kepada beragam audiens dengan menciptakan persona yang sangat spesifik melalui kuis interaktif, yang juga berfungsi sebagai alat pengumpul data berharga. Pendekatannya membuktikan bahwa marketing adalah tentang menghilangkan hambatan dan memahami apa yang benar-benar dicari oleh audiens Anda.

Pelajaran Bisnis

  1. Prioritaskan Media Milik Sendiri (Owned Media), Khususnya Pemasaran Email

    Di era di mana algoritma media sosial sering berubah dan dapat membatasi jangkauan Anda, email marketing adalah aset berharga. Seperti kata Ashley Judge, “Algoritma berubah, tetapi email memungkinkan kita menceritakan kisah dan terhubung dengan orang-orang kita.”

    • Tips UMKM: Bangun daftar email pelanggan Anda. Gunakan email bukan hanya untuk berjualan, tetapi untuk berbagi informasi, cerita di balik produk Anda, atau sekadar menyapa. Pendekatan “Hai! Ingat kami?” yang ramah dan tidak memaksa, akan menjaga merek Anda tetap diingat tanpa membuat pelanggan merasa terganggu. Anggaplah Anda sedang mengirim pesan ke teman.
  2. Identifikasi dan Hilangkan Hambatan Pelanggan

    Pemasaran yang efektif seringkali bermula dari pemecahan masalah. Judge mengubah masalah parkir menjadi kampanye ajakan naik kereta api. Ini adalah contoh sempurna bagaimana pemasaran dapat menjadi solusi untuk tantangan bisnis dan layanan pelanggan.

    • Tips UMKM: Pikirkan tentang apa yang mungkin menghalangi pelanggan Anda untuk membeli atau menggunakan layanan Anda. Apakah proses pemesanan terlalu rumit? Biaya pengiriman terlalu tinggi? Informasi produk tidak jelas? Berbicaralah dengan tim penjualan atau layanan pelanggan Anda – mereka adalah sumber informasi terbaik tentang “hantu” (masalah) yang menghantui audiens Anda. Gunakan wawasan ini untuk membuat konten pemasaran yang menyelesaikan masalah tersebut.
  3. Kenali Pelanggan Anda Melalui Persona Spesifik

    Judge dan timnya berhasil berkomunikasi dengan jutaan pengunjung yang beragam dengan menciptakan persona seperti “Muggles Seeking Magic” atau “Epicurean Explorer.” Pendekatan ini membuat pemasaran terasa sangat personal, seolah-olah berbicara satu per satu.

    • Tips UMKM: Jangan takut untuk membuat profil pelanggan yang sangat spesifik (persona). Siapa pelanggan ideal Anda? Apa minat mereka? Masalah apa yang mereka hadapi? Semakin detail persona Anda, semakin mudah Anda membuat pesan pemasaran yang relevan dan menarik bagi setiap segmen. Anda bisa memulai dengan observasi, wawancara singkat, atau kuesioner sederhana. Ini membantu Anda membuat konten yang tepat untuk “orang yang tepat.”
  4. Cerita Adalah Kunci, Angka Mengikuti

    Ketika ditanya tentang mengukur nilai merek yang tidak berwujud, Judge mengatakan, “Orang tidak berkunjung karena data; mereka berkunjung karena mereka telah ditarik ke dalam sebuah cerita tentang suatu tempat.” Pekerjaan kreatif membangun cerita itu, dan ketika berhasil, Anda bisa melihatnya dalam angka yang mengikuti.

    • Tips UMKM: Investasikan waktu untuk membangun narasi atau cerita merek Anda. Apa yang membuat produk atau layanan Anda unik? Apa nilai yang Anda pegang? Cerita ini akan menciptakan koneksi emosional dengan pelanggan. Meskipun penting untuk mengukur metrik (penjualan, kunjungan situs web), pahamilah bahwa cerita merek yang kuat adalah pendorong utama di balik angka-angka tersebut.
  5. Berikan Nilai Lebih Tanpa Pamrih (Cinta untuk Pengguna)

    Judge menanyakan, “Apa sesuatu yang tim Anda lakukan murni karena cinta untuk pengguna — bukan metrik, bukan pertumbuhan, hanya karena itu terasa benar?” Tindakan ini membangun loyalitas dan goodwill.

    • Tips UMKM: Sesekali, lakukan sesuatu untuk pelanggan Anda yang tidak langsung terkait dengan penjualan. Berikan tips gratis, konten edukasi, atau sedikit kejutan. Tindakan kecil yang tulus ini akan memperkuat hubungan Anda dengan pelanggan dan membangun loyalitas jangka panjang yang tak ternilai harganya.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *