BALIGE BIZ NEWS – Di era digital ini, mencapai audiens yang tepat secara online adalah kunci pertumbuhan bisnis, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). LinkedIn, sebagai platform profesional, menawarkan potensi besar, namun seringkali menjadi tantangan. Beruntungnya, ada studi kasus menarik dari seorang ahli strategi konten yang berhasil meningkatkan visibilitas di LinkedIn hingga 35.000%! Kisah ini adalah harta karun pelajaran berharga yang bisa langsung Anda terapkan untuk mengembangkan UMKM Anda.

Ringkasan Berita

Sam Meller, Kepala Sosial The Hustle, menemukan masalah yang menarik saat meninjau strategi media sosial mereka. Meskipun mereka sangat sukses di Instagram dengan video rekap harian, konten yang sama sama sekali tidak beresonansi di LinkedIn. Banyak pemasar mungkin akan menyerah, menganggap LinkedIn bukan platform yang tepat. Namun, dengan pengalamannya, Sam memercayai intuisinya: LinkedIn seharusnya menjadi platform yang kuat untuk merek yang berfokus pada bisnis, karier, dan kewirausahaan.

Kala itu, LinkedIn baru saja meluncurkan fitur video pendek. Sam melihat banyak video vertikal berupa klip podcast atau video penjelasan yang sukses. Ia pun mendapat ide untuk menguji coba klip podcast dari “My First Million” yang menampilkan pendiri The Hustle, Sam Parr. Hasilnya mencengangkan. Dari 71.000 impresi pada bulan Agustus, mereka melonjak menjadi 25 juta impresi hanya di LinkedIn pada bulan September! Keberhasilan ini tidak hanya terjadi karena figur terkenal; strategi serupa dengan pembawa acara yang kurang dikenal juga menghasilkan jutaan tayangan, dibandingkan dengan hanya ratusan tayangan sebelumnya.

Pelajaran Bisnis

Kisah sukses ini menawarkan beberapa pelajaran penting yang dapat diaplikasikan oleh para pemilik UMKM:

  1. Sesuaikan Konten dengan Platform dan Audiens Anda: Jangan berasumsi bahwa konten yang bekerja di satu platform akan otomatis sukses di platform lain. Audiens LinkedIn mencari informasi yang relevan dengan bisnis, karier, dan pengembangan diri. Pelajari jenis konten apa yang paling beresonansi di LinkedIn untuk industri Anda, alih-alih hanya mendaur ulang materi dari Instagram atau TikTok. Setiap platform punya DNA-nya sendiri.
  2. Tunjukkan Wajah dan Kepribadian, Bukan Hanya Merek: Orang cenderung terhubung dengan orang lain, bukan hanya logo. Sam Meller menekankan pentingnya menampilkan “talenta” atau orang-orang di balik merek Anda. Video yang dimulai dengan wajah seseorang, bahkan hanya selama beberapa detik, cenderung lebih menarik perhatian dan membangun koneksi personal. Ini adalah cara ampuh bagi UMKM untuk terlihat lebih otentik dan mudah dijangkau.
  3. Gabungkan Data dengan Intuisi (Jangan Buta Data): Data adalah panduan yang sangat berharga, tetapi bukan satu-satunya penentu. Sam Meller tidak sepenuhnya mengabaikan LinkedIn meskipun data awal menunjukkan performa buruk. Ia menggunakan intuisinya untuk melihat peluang baru (fitur video pendek LinkedIn) dan kemudian memvalidasinya dengan eksperimen. Bagi UMKM, ini berarti menganalisis tren dan performa, tetapi juga berani mencoba ide-ide baru yang mungkin belum didukung oleh data historis Anda.
  4. Berani Bereksperimen dan Tetap Fleksibel: Internet bergerak sangat cepat. Strategi yang berhasil enam bulan lalu mungkin tidak lagi relevan hari ini. Sam Meller sukses karena ia berani mencoba hal baru (klip podcast vertikal) dan beradaptasi dengan fitur platform yang baru. UMKM harus memiliki mentalitas “uji coba dan belajar”, selalu siap untuk bereksperimen dengan format, topik, atau pendekatan baru untuk menemukan apa yang paling efektif bagi mereka di lanskap digital yang terus berubah.

Dengan menerapkan pelajaran-pelajaran ini, UMKM Anda juga bisa mencapai visibilitas yang signifikan dan mengoptimalkan kehadiran Anda di LinkedIn untuk pertumbuhan bisnis.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *