BALIGE BIZ NEWS – Platform LinkedIn telah lama dikenal sebagai jejaring profesional yang kuat. Namun, bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seringkali muncul pertanyaan: bagaimana cara membangun personal branding yang efektif di LinkedIn agar bisnis bisa tumbuh? Sebuah studi baru mencoba menjawab pertanyaan ini dengan data konkret, menawarkan wawasan berharga yang bisa langsung diterapkan oleh UMKM.

Ringkasan Berita

Sebuah studi terbaru menganalisis aktivitas 100 influencer LinkedIn dan tiga postingan teratas mereka (total 300 postingan) untuk mengidentifikasi strategi personal branding yang paling efektif. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan pola dan tren yang dapat membantu pengguna LinkedIn, termasuk UMKM, untuk tumbuh dan mendapatkan lebih banyak keterlibatan.

Penelitian ini mengakui keterbatasan data karena sampel yang relatif kecil (100 profil dan 300 postingan) akibat batasan scraping data dari LinkedIn. Namun, sampel ini cukup untuk menunjukkan tren dominan. Kriteria inklusi influencer juga sangat spesifik: mereka harus memiliki minimal 30 postingan dalam enam bulan terakhir dan kurang dari 500.000 pengikut. Kriteria ini bertujuan untuk menyaring “selebriti bisnis” yang mungkin mendapatkan engagement tinggi hanya karena reputasi mereka di luar LinkedIn, sehingga data yang terkumpul lebih relevan untuk profesional atau pengusaha “rata-rata.” Posting teratas didefinisikan berdasarkan keterlibatan tertinggi (komentar, suka, dan bagikan) dalam 180 hari terakhir. Data dikumpulkan menggunakan plugin Chrome Creator Match dan entri manual ke dalam spreadsheet.

Pelajaran Bisnis

Dari data yang terkumpul, ada beberapa pelajaran krusial yang bisa diterapkan oleh UMKM untuk memperkuat personal branding dan bisnis mereka di LinkedIn:

  • Prioritaskan Konsistensi dalam Posting: Studi ini menunjukkan bahwa semua influencer yang diteliti memposting setidaknya sekali setiap lima hari, bahkan sebagian besar sekali setiap empat hari. Ini menandakan bahwa frekuensi posting sangat penting. Daripada menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membuat satu postingan “sempurna,” lebih baik fokus pada konsistensi dengan mempublikasikan konten terbaik yang dapat Anda hasilkan dalam waktu terbatas. Untuk konten seperti LinkedIn, kecepatan dan keteraturan mengungguli kesempurnaan mutlak.
  • Postingan Berbasis Gambar Adalah Kunci Utama: Lebih dari separuh (59%) dari semua postingan dan 57% dari postingan berkinerja terbaik adalah berbasis gambar. Meskipun video dan karosel sering direkomendasikan karena potensi keterlibatan yang tinggi, postingan gambar cenderung menjadi “roti dan mentega” bagi sebagian besar kreator. Ini karena mereka lebih cepat dibuat, sehingga mendukung strategi posting yang sering. Gambar juga menonjol, memuat lebih cepat, dan mudah dicerna oleh audiens.
  • Manfaatkan Konten Visual dari Sumber Lain (dengan Kredit): Sebanyak 16% dari postingan gambar dan video berkinerja terbaik adalah grafik atau video yang dipinjam (dengan izin dan kredit) dari kreator lain. Ini adalah strategi cerdas untuk UMKM yang mungkin kekurangan sumber daya desain atau waktu. Mengkurasi konten berkualitas dari orang lain sambil memberikan kredit dapat menghemat waktu dan upaya, sekaligus membantu membangun hubungan dalam komunitas Anda.
  • Foto Pribadi Meningkatkan Keterlibatan: Banyak postingan gambar berkinerja terbaik hanyalah foto ponsel kreator itu sendiri. Ingatlah bahwa LinkedIn adalah platform sosial. Memposting pembaruan pribadi dan menyertakan foto diri Anda adalah cara yang bagus untuk meningkatkan keterlibatan dan membangun kepercayaan dengan audiens Anda, menunjukkan sisi manusiawi di balik bisnis Anda.
  • Mempublikasikan Ulang Konten Lama Itu Efektif: Banyak postingan berkinerja teratas adalah postingan yang dipublikasikan ulang, dan seringkali versi yang dipublikasikan ulang berkinerja lebih baik daripada yang asli. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengikut Anda mungkin tidak melihat (atau mengingat) konten Anda. Jadi, jangan ragu untuk mempublikasikan ulang konten lama Anda yang berkinerja baik secara berkala, terutama saat jumlah pengikut Anda bertambah.
  • Diversifikasi Audiens dengan Newsletter: Data menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan rata-rata cenderung menurun seiring dengan bertambahnya jumlah pengikut. Ini memperkuat pentingnya mempublikasikan ulang konten dan juga membangun audiens di luar LinkedIn. Pertimbangkan untuk membangun daftar email atau newsletter. Email adalah salah satu saluran di mana Anda benar-benar “memiliki” audiens Anda dan dapat memastikan setiap pelanggan menerima konten Anda.
  • Perhatikan Waktu Posting: Jam posting yang paling umum adalah pukul 8 pagi PDT atau 11 pagi EST. Meskipun ini mungkin lebih relevan untuk audiens di Amerika Serikat, UMKM dapat mengambil pelajaran untuk menganalisis waktu posting terbaik untuk audiens target mereka sendiri, mungkin disesuaikan dengan jam kerja atau istirahat di zona waktu target.
  • Penandaan (Tagging) Itu Baik, tapi Jangan Berlebihan: Menandai (tagging) orang lain yang relevan (maksimal dua) dalam postingan Anda dapat meningkatkan jangkauan dan keterlibatan. Namun, jangan terlalu fokus pada strategi “engagement” ini; konten berkualitas dan hubungan organik jauh lebih penting.
  • Hashtag Tidak Sepenting Dulu: 88% postingan tidak mengandung hashtag sama sekali, dan yang menggunakannya hanya memakai sedikit. Ini menunjukkan bahwa hashtag tidak lagi menjadi faktor penentu utama dalam jangkauan di LinkedIn. Gunakan secukupnya jika Anda merasa relevan, tetapi jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengoptimalkannya.
  • Gunakan Postingan “Gated” dengan Bijak: Hanya 14% dari postingan berkinerja terbaik yang merupakan postingan “gated” (meminta komentar untuk mendapatkan sumber daya gratis). Postingan seperti ini dapat membantu membangun daftar prospek, tetapi gunakan dengan hemat dan pastikan Anda berupaya menangkap alamat email mereka.
  • Tautan Eksternal Tidak Menurunkan Performa: Sebanyak 18% dari 300 postingan berkinerja teratas mengandung tautan eksternal. Ini berarti Anda tidak perlu takut untuk menyertakan tautan ke situs web, blog, atau sumber daya Anda di luar LinkedIn; postingan Anda masih dapat berkinerja baik.
  • Temukan dan Pertahankan Gaya Konten Anda Sendiri: Secara anekdot, postingan berkinerja terbaik untuk setiap kreator cenderung memiliki gaya atau tema yang sangat mirip. Ini menunjukkan bahwa kreator tersebut telah menemukan jenis konten yang mereka kuasai dan nikmati saat membuatnya. Eksperimenlah hingga Anda menemukan format dan gaya konten unik Anda yang resonan dengan audiens dan nyaman untuk Anda buat.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / copyblogger.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *