BALIGE BIZ NEWS – Penulis berita ini telah menghasilkan lebih dari tujuh digit dolar secara daring, dan semuanya bermula dari kemampuan copywriting. Ia mendirikan dan menjual agensi pemasaran digital, serta menjadi mitra di Copyblogger. Baginya, copywriting adalah rahasia utama akuisisi pelanggan. Hampir seluruh pendapatannya berasal dari saluran pemasaran tertulis seperti posting blog, media sosial, dan email newsletter. Berita ini merangkum tips copywriting paling penting yang ia harap diketahui lebih awal, dan kini dapat Anda terapkan untuk UMKM Anda.

Ringkasan Berita

Kisah sukses ini berawal dari pemahaman mendalam tentang kekuatan kata-kata. Penulis menyoroti bahwa copywriting yang efektif tidak selalu berarti menulis dengan gaya bahasa yang indah atau rumit, melainkan kemampuan untuk mengubah pembaca menjadi pelanggan. Tujuan utama adalah menghasilkan pendapatan dan ROI yang lebih tinggi dari setiap kata yang ditulis. Dengan fokus pada kejelasan, keringkasan, dan konversi, copywriting menjadi alat strategis untuk menarik perhatian calon pelanggan, membangun kepercayaan, memperkenalkan solusi, menjawab keberatan, dan pada akhirnya, mendorong mereka untuk melakukan pembelian. Ini adalah fondasi dari seluruh strategi akuisisi pelanggan yang terbukti berhasil dan kini bisa diadaptasi oleh para pelaku UMKM.

Pelajaran Bisnis

Bagi para pelaku UMKM, copywriting bukanlah sekadar menulis, tetapi seni untuk menjual dengan kata-kata. Berikut adalah tips penting yang bisa Anda terapkan:

  1. Fokus pada Konversi, Bukan Hanya Keindahan Bahasa. Tujuan utama copywriting Anda adalah mengubah pembaca menjadi pelanggan. Pastikan tulisan Anda jelas, ringkas, dan langsung pada intinya, sehingga pembaca memahami nilai produk atau layanan Anda dan terdorong untuk bertindak.
  2. Pahami Pelanggan Anda Secara Mendalam. Untuk menarik perhatian, bangun kepercayaan, dan menjawab keberatan, Anda harus benar-benar mengenal pelanggan Anda. Pahami masalah, keinginan, ketakutan, dan keberatan mereka. Refleksikan realitas mereka dalam tulisan Anda. Untuk riset, Anda bisa:
    • Berbicara langsung dengan pelanggan setia Anda.
    • Menggunakan AI seperti ChatGPT untuk menganalisis transkrip percakapan (jika ada) atau ulasan online demi menemukan poin masalah umum.
    • Bergabung dengan komunitas online (grup Facebook, forum) yang relevan untuk memahami bahasa dan keluhan mereka.
  3. Pelajari Strategi Copywriting Pesaing. Jangan mulai dari nol! Amati iklan berbayar pesaing Anda di platform seperti Facebook Ads Library. Iklan yang berjalan paling lama seringkali adalah yang paling efektif. Perhatikan poin masalah utama yang mereka soroti dan cara mereka menyampaikannya.
  4. Buat “Swipe File” Copywriting Anda Sendiri. Kumpulkan contoh-contoh headline, deskripsi produk, atau iklan yang menarik perhatian Anda. Simpan tulisan-tulisan ini sebagai inspirasi dan referensi saat Anda sendiri membutuhkan ide.
  5. Bangun Proses Penulisan yang Konsisten. Miliki langkah-langkah jelas saat menulis, misalnya: riset audiens & poin masalah, membuat kerangka tulisan, menulis draf pertama, mengedit untuk kejelasan dan keringkasan, lalu menambahkan panggilan tindakan (CTA) yang kuat. Ini akan membantu Anda menghindari “writer’s block” dan memastikan kualitas tulisan.
  6. Latihan Menulis Secara Produktif. Cara terbaik untuk menjadi lebih baik adalah dengan praktik. Latihlah copywriting untuk produk atau layanan UMKM Anda sendiri. Ini tidak hanya akan meningkatkan keterampilan Anda tetapi juga membantu Anda memahami jenis konten apa yang benar-benar menghasilkan penjualan.
  7. Manfaatkan Kecerdasan Buatan (AI). Gunakan AI seperti ChatGPT sebagai asisten Anda. AI dapat membantu dalam:
    • Riset Poin Masalah: Minta AI untuk mengidentifikasi masalah umum terkait topik tertentu.
    • Memperjelas Tulisan: Minta AI untuk menulis ulang kalimat atau paragraf agar lebih mudah dipahami.
    • Menemukan Contoh & Kutipan: Gunakan AI untuk mencari contoh atau kutipan dari pakar yang dapat mendukung argumen Anda.
  8. Pahami Nuansa Setiap Platform Pemasaran. Gaya penulisan yang efektif di blog (untuk SEO) berbeda dengan di media sosial (misalnya Instagram, LinkedIn) atau email newsletter. Pelajari algoritma dan karakteristik setiap platform untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas pesan Anda.
  9. Ukur ROI (Return on Investment) Copywriting Anda. Jangan hanya melihat jumlah “like” atau “share”. Fokus pada metrik yang menunjukkan konversi nyata, seperti jumlah klik ke toko Anda, pendaftaran email, atau penjualan. Pastikan konten Anda menarik perhatian pelanggan ideal Anda, bukan hanya audiens umum.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / copyblogger.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *