BALIGE TIMES – Setiap pemilik usaha, termasuk Anda para pelaku UMKM, pasti memimpikan tahap pertumbuhan di mana bisnis berjalan dengan sendirinya, memberikan kebebasan dan stabilitas finansial. Sebuah titik di mana Anda bisa menikmati hasilnya tanpa harus terlibat dalam setiap detail operasional setiap menit. Namun, di antara kenyamanan lokasi pertama yang sukses dan stabilitas skala bisnis yang sebenarnya, terbentanglah sebuah fase pertumbuhan yang brutal dan kurang glamor. Fase ini dikenal sebagai ‘Hell Zone’.
Ringkasan Berita
Konsep ‘Hell Zone’ ini diperkenalkan oleh seorang mantan ketua dewan International Franchise Association yang telah menasihati banyak pewaralaba dan mengalaminya sendiri. Kisahnya bermula ketika ia membeli dua lokasi waralaba KFC yang cukup mudah dikelola dan menguntungkan. Ia mengenal setiap karyawan, setiap angka, dan setiap masalah.
Namun, saat ia membuka lokasi ketiga, hidupnya berubah menjadi pusaran kekacauan. Pekerjaan tiada henti. Bisnisnya terlalu besar untuk ditangani sendiri, tetapi terlalu kecil untuk mampu membayar struktur organisasi yang lebih besar seperti manajer area, HRD, keuangan, atau pemasaran. Alih-alih mengendalikan bisnis, ia merasa bisnisnya yang mengendalikan dirinya.
Pada saat itu, ia merasa melakukan kesalahan. Namun, ia kemudian menyadari bahwa ini adalah bagian normal dari pertumbuhan multi-unit—dan ini berlaku juga untuk bisnis di luar waralaba. ‘Hell Zone’ adalah fase di mana pertumbuhan Anda melampaui sumber daya yang ada, dan Anda adalah satu-satunya yang menyatukan seluruh bisnis. Anda mungkin menjalankan dua, tiga, atau bahkan empat lokasi, atau menangani beberapa klien kunci, tetapi Anda tidak memiliki bantalan finansial atau operasional untuk bernapas lega. Anda meningkatkan pendapatan lebih cepat daripada infrastruktur, dan setiap keputusan terasa seperti pertukaran antara kelangsungan hidup jangka pendek dan stabilitas jangka panjang.
Bagi sebagian besar pengusaha, fase ini tidak dapat dihindari. Kabar baiknya: ini tidak akan berlangsung selamanya. Dan jika Anda mendekatinya dengan benar, Anda akan menemukan pertumbuhan luar biasa di sisi lain. ‘Hell Zone’ adalah tempat para pengusaha ditempa. Jika Anda sedang mengalaminya sekarang, yakinlah — Anda tidak gagal. Anda sedang naik tingkat.
Pelajaran Bisnis untuk UMKM
Meskipun kisah di atas berlatar belakang waralaba besar, inti pelajarannya sangat relevan bagi UMKM yang berambisi untuk tumbuh dan naik kelas. Berikut adalah tips untuk membangun bisnis Anda melalui ‘Hell Zone’:
- Investasi SDM Kunci: Kapan Waktu yang Tepat untuk Perekrutan?
Banyak UMKM menunda perekrutan manajer operasional karena merasa belum mampu. Penulis menyarankan bahwa untuk waralaba, diperlukan setidaknya $5 juta pendapatan sebelum mampu membayar supervisor multi-unit. Bagi UMKM, angkanya mungkin jauh lebih kecil, tetapi prinsipnya sama: Anda harus berani menginvestasikan sebagian kecil dari pendapatan untuk posisi manajerial kunci (misalnya, manajer cabang atau supervisor tim) yang dapat mengurangi beban Anda. Ini mungkin berarti menerima margin keuntungan yang lebih rendah untuk sementara, tetapi ini adalah investasi untuk pertumbuhan dan efisiensi jangka panjang.
- Prioritaskan Solusi, Bukan Hanya Pemadaman Api Mendesak
Saat berada di ‘Hell Zone’, Anda akan merasa terus-menerus memadamkan “api” mendesak. Namun, sangat penting untuk menciptakan waktu khusus untuk memikirkan dan mengerjakan solusi jangka panjang, bukan hanya masalah yang ada di depan mata. Jadwalkan waktu untuk perencanaan strategis, bahkan jika itu hanya satu jam setiap minggu. Ini akan mencegah Anda terjebak dalam siklus pekerjaan operasional tanpa henti.
- Bangun Sistem yang Kokoh Sejak Dini
Sistem yang Anda pikir tidak mampu Anda beli justru adalah yang akan mengeluarkan Anda dari ‘Hell Zone’ lebih cepat. Ini termasuk manajemen unit yang lebih baik, pelatihan karyawan yang terstruktur, dan teknologi sederhana untuk manajemen operasional (misalnya, aplikasi kasir, sistem inventaris dasar, atau alat komunikasi tim). Jangan menunda investasi dalam proses dan sistem, karena Anda atau manajer masa depan Anda akan membutuhkan alat-alat ini untuk mengelola bisnis.
- Kembangkan Modal Intelektual Anda
Pengusaha seringkali fokus hanya pada modal finansial. Namun, modal intelektual (pengetahuan dan pengalaman) sama pentingnya untuk pertumbuhan bisnis. Teruslah belajar, ikuti pelatihan, cari mentor, dan perluas jaringan Anda. Rencana pertumbuhan bisnis Anda harus mencakup pengembangan kedua jenis modal ini.
- Tetap Fokus pada Visi Jangka Panjang
‘Hell Zone’ adalah bagian dari perjalanan, bukan tujuan Anda. Jika impian Anda adalah memiliki bisnis yang lebih besar dan lebih stabil, tetaplah fokus pada visi tersebut. Visi yang jelas akan menjadi kompas Anda di tengah badai.
- Pertahankan Sikap Positif dan Motivasi Tim
Sikap positif akan membantu Anda membingkai tantangan sebagai peluang dan memungkinkan tim Anda untuk bersatu di belakang Anda sebagai seorang pemimpin. Di tengah tekanan, kepemimpinan yang optimis dan suportif sangat krusial untuk menjaga semangat tim dan mendorong mereka mencapai tujuan.
Ketika Anda berhasil melewati ‘Hell Zone’, Anda akan memiliki tim yang mampu bekerja tanpa pengawasan terus-menerus, sistem yang berjalan otomatis, dan pertumbuhan yang terus berlipat ganda, bukan malah menguras energi Anda. Fase ini adalah ujian yang akan membentuk Anda menjadi pengusaha yang lebih tangguh dan bijaksana.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / www.entrepreneur.com