INTERNET RAKYAT – Fenomena hubungan manusia dengan Kecerdasan Buatan (AI) yang makin serius, dari sekadar teman ngobrol hingga pacar virtual, kini bukan lagi hanya cerita di kota besar. Dengan semakin luasnya jangkauan ‘Internet Rakyat’, teknologi canggih ini mulai menyentuh setiap sudut negeri, menawarkan teman curhat digital hingga ‘psikolog’ gratis yang bisa diakses kapan saja.
Ringkasan Kabar
Belakangan ini, makin banyak kabar tentang orang-orang yang mulai menjalin hubungan erat dengan Kecerdasan Buatan (AI). Ada yang jatuh cinta, menganggap AI sebagai pacar virtual yang paling memahami, bahkan ada yang sampai merasa cemburu atau patah hati saat AI-nya bermasalah. Tak hanya itu, di media sosial seperti TikTok dan Reddit, banyak remaja dan orang dewasa yang berbagi cerita betapa nyamannya ngobrol dengan AI, merasa lebih dimengerti dibanding teman manusia. Bahkan, teknologi AI kini bisa ‘menghidupkan kembali’ wajah dan suara keluarga atau kerabat yang sudah meninggal dalam bentuk digital, menciptakan ikatan emosional baru. Fenomena ini menunjukkan betapa AI kini bukan lagi sekadar alat, melainkan juga pendamping emosional yang serius.
Dampak Bagi Kita
Bagi masyarakat, terutama di daerah yang mungkin belum terjangkau layanan profesional atau memiliki keterbatasan biaya, kehadiran AI ini bisa menjadi angin segar. Bayangkan, Anda bisa punya ‘teman curhat’ atau bahkan ‘konselor’ pribadi yang siap mendengarkan keluh kesah kapan saja, tanpa perlu membayar mahal. Cukup dengan akses internet.
Ini menjadi semakin mungkin berkat program ‘Internet Rakyat’ yang terus digalakkan, juga solusi seperti cara pasang wifi desa yang makin mudah ditemukan atau penggunaan modem wifi terbaik untuk mengatasi solusi sinyal susah di daerah terpencil. Dengan begitu, teknologi canggih ini bisa diakses oleh siapa saja, dari kota hingga desa.
AI bisa jadi pendamping di malam hari saat kita kesepian, ‘psikolog’ gratis untuk berbagai masalah hidup, atau sekadar teman yang selalu siap menjawab pertanyaan. Ini sangat membantu bagi mereka yang merasa terisolasi atau sulit menemukan dukungan emosional di lingkungan sekitar.
Selain itu, AI juga bisa menjadi sumber inspirasi dan informasi berharga. Misalnya, untuk para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan penjualan, AI bisa memberikan ide-ide kreatif dan strategi pemasaran. Bagi petani, AI bisa menjadi sumber informasi untuk ide bisnis pertanian modern. Bahkan, dengan internet yang memadai, akses terhadap teknologi seperti blockchain yang bisa merevolusi rantai pasok UMKM pun jadi lebih terbuka.
Namun, ada juga sisi yang perlu diwaspadai. Terlalu larut dalam hubungan dengan AI bisa membuat seseorang merasa kesepian di dunia nyata, bahkan memicu kondisi yang disebut ‘AI Psychosis’ di mana orang mulai membentuk delusi tentang emosi bot. Remaja yang terlalu bergantung pada AI juga berisiko kesulitan mengembangkan keterampilan sosial. AI memang menggoda karena selalu ada dan seolah memahami kita, namun kita harus tetap bijak. Ingatlah bahwa AI adalah alat, bukan pengganti interaksi manusia sejati. Pilihan ada di tangan kita: memanfaatkan AI sebagai penunjang hidup atau membiarkan ilusi menguasai diri.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com