INTERNET RAKYAT – Halo sahabat pejuang digital di seluruh pelosok negeri! Bagaimana kabar internet di desa kita? Pasti banyak yang masih merasakan betapa susahnya sinyal, atau bahkan belum ada akses sama sekali. Nah, belakangan ini, nama Starlink sering disebut-sebut sebagai ‘dewa penyelamat’ internet di daerah terpencil. Tapi, benarkah Starlink ini bisa jadi jawaban dan bahkan menggantikan WiFi rumahan yang biasa kita kenal?

Mengapa Ini Penting?

Ketersediaan internet yang lancar di desa itu bukan lagi sekadar gaya hidup, tapi kebutuhan pokok, lho! Bayangkan, dengan internet, anak-anak kita bisa belajar daring, para petani bisa mencari informasi harga pasar terbaru, dan tentu saja, pelaku 5 Peluang Usaha Jasa Rumahan yang Bisa Menghasilkan Penghasilan Jutaan Rupiah Setiap Bulan untuk UMKM Indonesia bisa lebih mudah memasarkan produknya. Ini semua bagian dari upaya pemberdayaan digital umkm yang kita impikan bersama.

Selama ini, banyak desa yang tertinggal karena infrastruktur internet yang belum merata. Kabel fiber optik belum sampai, sinyal seluler pun kadang ‘hilang timbul’. Kehadiran Starlink, yang mengandalkan satelit di orbit rendah, menawarkan kecepatan tinggi di mana saja, bahkan di lokasi paling terpencil sekalipun. Impian untuk BABYMONSTER ‘Goyang’ PUBG Mobile: Impian Nge-Game Lancar di Desa, Apakah Internet Rakyat Jawabannya?, kini terasa lebih dekat.

Langkah Mudah / Solusi

Mari kita bedah, apakah Starlink ini benar-benar solusi pengganti WiFi rumahan di desa kita? Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”, kawan. Ini lebih kompleks dan perlu kita cermati bersama.

1. Kecepatan dan Ketersediaan: Starlink Jagonya di Pelosok

Untuk desa-desa yang sama sekali tidak terjangkau jaringan kabel atau sinyal seluler, Starlink memang juara! Kecepatan internetnya jauh di atas rata-rata dibandingkan opsi lain di daerah terpencil. Ini sangat cocok untuk lokasi yang benar-benar ‘buta’ internet.

2. Biaya: Ini yang Perlu Diperhitungkan Matang-matang!

Nah, ini poin krusialnya. Biaya perangkat Starlink (dish/parabola) serta langganan bulanannya, saat ini, masih tergolong cukup tinggi untuk ukuran kantong masyarakat desa pada umumnya. Coba bandingkan dengan paket WiFi rumahan di kota yang mungkin hanya puluhan atau ratusan ribu rupiah. Starlink bisa berkali-kali lipat lebih mahal. Jadi, sebagai pengganti WiFi rumahan pribadi? Mungkin belum untuk semua keluarga di desa.

3. Solusi Bersama: Internet Rakyat

Melihat tantangan biaya ini, Starlink mungkin lebih realistis jika diterapkan sebagai solusi komunal atau desa. Artinya, satu perangkat Starlink bisa digunakan bersama-sama oleh beberapa keluarga atau bahkan satu balai desa untuk keperluan umum. Dengan begini, biaya bisa dibagi dan menjadi lebih ringan. Konsep perangkat jaringan murah atau internet desa yang dikelola bersama bisa menjadi jembatan.

Atau, bagi desa yang sudah punya sedikit infrastruktur, mempertimbangkan cara pasang wifi desa secara swadaya dengan teknologi yang lebih terjangkau, seperti membangun tower kecil atau menggunakan solusi nirkabel lain, bisa jadi alternatif. Jangan sampai kita tergiur Waspada! Janji Manis Internet Murah, Benarkah Sesuai Realita di Desa? tanpa melihat realitanya di lapangan.

Kesimpulan Sementara:

Starlink adalah teknologi revolusioner yang membawa harapan besar bagi daerah-daerah terpencil. Namun, sebagai pengganti WiFi rumahan yang ada di desa (apalagi di perkotaan), saat ini harganya masih menjadi kendala utama. Lebih cocok jika dipandang sebagai pelengkap, atau solusi utama di daerah yang benar-benar tidak ada akses lain, dengan skema penggunaan bersama agar lebih terjangkau. Mari terus mencari solusi terbaik agar internet yang cepat, murah, dan mudah bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia!


Sumber Foto: Ilustrasi Unsplash

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *