BALIGETIMES – Dalam dunia bisnis kuliner, terutama di industri pizza, Domino’s telah menunjukkan peningkatan penjualan yang signifikan, yaitu sebesar 5,2% di Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena CEO Russell Weiner fokus pada tiga hal yang sering diabaikan oleh kompetitor, yaitu program loyalitas, penawaran nilai, dan skala iklan.

Menurut Sara Senatore, analis restoran senior dari Bank of America Securities, Domino’s memiliki anggaran iklan yang sangat besar, yaitu empat kali lipat atau lebih besar dari kompetitor terdekatnya. Selain itu, Domino’s juga mempermudah program loyalitasnya dengan menambahkan lebih banyak tingkatan dan membuat poin lebih mudah untuk ditebus, sehingga menciptakan “siklus virtuos” di mana lebih banyak pengguna membuat pemasaran lebih efektif.

Strategi ini telah menciptakan efek yang berkelanjutan. Semakin banyak pelanggan yang bergabung dengan program loyalitas, Domino’s dapat memasarkan langsung kepada mereka melalui aplikasi, melewati platform pihak ketiga yang mahal. Hal ini kemudian meningkatkan jumlah pesanan, yang pada gilirannya membiayai anggaran iklan yang lebih besar, yang menarik lebih banyak anggota loyalitas. Sementara itu, kompetitor tetap menggunakan strategi tradisional, sementara model bisnis pizza secara fundamental berubah.

Untuk UMKM di Indonesia, terutama di bidang kuliner, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari strategi Domino’s. Pertama, mengembangkan strategi digital marketing yang efektif, termasuk program loyalitas dan penawaran nilai, dapat membantu meningkatkan penjualan. Kedua, menggunakan aplikasi pembukuan gratis dan mengembangkan strategi ekspor yang efektif dapat membantu meningkatkan pendapatan. Ketiga, bisnis online tanpa modal dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / www.entrepreneur.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *