BALIGETIMES – Banyak pemilik bisnis UMKM saat ini menghadapi dilema dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam operasional mereka. Mereka ingin meningkatkan efisiensi dengan AI, tetapi khawatir bahwa sistem autonomi tersebut mungkin menyebabkan kesalahan atau merusak proses yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Menurut laporan 2025 AI Index dari Stanford HAI, 78% perusahaan telah menggunakan AI pada tahun 2024. Pertanyaan sekarang bukanlah apakah menggunakan AI, tetapi seberapa autonomi yang diberikan kepada sistem tersebut. Untuk mengintegrasikan AI dengan efektif, Anda perlu memilih tugas yang tepat, membangun struktur pengetahuan tim, dan membuat umpan balik yang reliable.
Berikut adalah beberapa tips untuk mengintegrasikan AI dalam bisnis UMKM Anda:
Pertama, tentukan tujuan yang spesifik untuk AI Anda. Jangan biarkan AI Anda melakukan tugas yang tidak jelas, seperti “menghandle dukungan pelanggan”. Tentukan tugas yang spesifik, seperti “membuat respons untuk tiket dukungan level 1 tentang keterlambatan pengiriman”.
Kedua, pastikan data Anda akurat dan konsisten. AI Anda akan mengandalkan data yang Anda berikan, jadi pastikan data tersebut tidak memiliki kesalahan atau informasi yang tidak lengkap.
Ketiga, buatlah periode percobaan untuk menguji kemampuan AI Anda. Gunakan periode ini untuk memahami kekuatan dan kelemahan AI Anda, serta menentukan aturan kolaborasi yang jelas.
Keempat, pastikan tim Anda memahami dan mendukung penggunaan AI. Angkatlah seorang kurator AI yang akan memantau kualitas dan memperbarui instruksi AI Anda.
Kelima, rayakan kesuksesan Anda dan tunjukkan bahwa AI Anda dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim Anda.
Untuk meningkatkan penjualan dan mengelola bisnis Anda dengan lebih efektif, Anda bisa menggunakan aplikasi CRM murah atau menerapkan rahasia jitu meningkatkan penjualan di marketplace. Anda juga bisa memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan mesin uang dengan ide bisnis pertanian modern yang sedang booming di Indonesia.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / www.entrepreneur.com