INTERNET RAKYAT – Semakin mudahnya akses internet, bahkan hingga ke pelosok desa, adalah kabar gembira yang membuka banyak peluang baru. Namun, di balik kemudahan dan janji manfaatnya, tersembunyi pula sisi gelap yang mengintai. Sebuah laporan terbaru mengungkap fenomena mengkhawatirkan: banyak remaja dan korban PHK kini membanjiri “pasar kerja” di dunia maya yang berbahaya, dikenal sebagai dark web, tergiur gaji fantastis hingga puluhan juta rupiah, namun dengan konsekuensi yang tak main-main.
Ringkasan Kabar
Sebuah laporan dari pihak keamanan siber mengungkap bahwa ‘pasar kerja’ di dark web, bagian tersembunyi dari internet yang sering dipakai untuk hal ilegal, sedang ramai sekali. Jumlah lamaran kerja dan lowongan di sana naik tajam dalam dua tahun terakhir, khususnya dari awal 2024 hingga awal 2025.
Penyebabnya adalah banyaknya orang yang terkena PHK di perusahaan teknologi dan juga masuknya anak-anak muda yang sangat membutuhkan pekerjaan. Rata-rata usia mereka yang mencari kerja di dark web ini hanya 24 tahun, menunjukkan betapa banyak remaja yang terpaksa atau tergiur masuk ke lingkungan berisiko ini.
Kebanyakan pekerjaan di dark web ini adalah kegiatan ilegal seperti kejahatan siber, penipuan, atau tindakan berisiko tinggi lainnya. Banyak pelamar yang tidak pilih-pilih pekerjaan, artinya mereka mau melakukan apa saja demi uang, misalnya menjadi pembuat program jahat (malware), peretas sistem (penguji penetrasi), pencuci uang, atau pencuri data kartu bank.
Yang membuat pasar ini sangat menarik adalah tawaran gajinya yang selangit. Seorang ahli peretas bisa dapat lebih dari Rp 83 juta per bulan. Pekerjaan lain seperti penguji sistem keamanan bisa menghasilkan sekitar Rp 66 juta, dan pengembang program ilegal sekitar Rp 33 juta. Bahkan, pencuci uang bisa dapat 20% dari hasil kejahatan tim, dan pencuri data kartu bisa dapat 30%.
Alexandra Fedosimova, seorang ahli dari Kaspersky, mengingatkan bahwa pasar kerja gelap ini bukan lagi hal kecil. Sekarang, ia menargetkan siapa saja: pengangguran, anak di bawah umur, bahkan orang-orang pintar yang punya keahlian tinggi. Banyak remaja terjebak karena melihatnya seperti pekerjaan biasa – mengutamakan kemampuan, proses cepat tanpa wawancara ribet, dan janji gaji besar. Padahal, akibatnya bisa fatal: ancaman hukuman penjara!
Dampak Bagi Kita
Bagi kita, masyarakat biasa, terutama yang tinggal di desa atau pelosok, penyebaran internet murah untuk rakyat dan mudahnya akses internet satelit Starlink memang membawa banyak manfaat. Kita bisa jualan online dengan strategi marketing TikTok Shop atau mencari informasi. Namun, di saat yang sama, kita juga harus lebih waspada. Kemudahan akses ini berarti risiko bertemu tawaran jahat juga meningkat, apalagi jika kita menggunakan paket data hemat kuota yang seringkali membuat kita kurang berhati-hati dalam menjelajah.
Orang tua, guru, dan seluruh masyarakat harus lebih peka. Ingatkan anak-anak muda tentang bahaya tawaran kerja mencurigakan yang sering muncul di Telegram atau media sosial lain. Jangan mudah tergiur janji gaji besar tanpa wawancara resmi atau proses yang jelas. Penting sekali untuk mengedukasi mereka bahwa ada banyak jalur legal dan positif untuk mengembangkan bakat di bidang teknologi, seperti menjadi programmer, desainer, atau bahkan ahli keamanan siber yang bekerja untuk kebaikan.
Bayangkan saja, dengan 10 Cara Mudah Perkuat Sinyal HP di Rumah Tanpa Biaya Mahal sekalipun, risiko ini tetap ada. Kuncinya bukan hanya punya internet, tapi bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan aman. Satu keputusan salah di dunia maya bisa berujung pada catatan kriminal yang merusak masa depan seumur hidup.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com