INTERNET RAKYAT – Bayangkan sebuah roket raksasa yang akan membawa manusia kembali ke Bulan. Fantastis, bukan? Namun, proyek ambisius ini ternyata tak semulus kelihatannya. Di tengah sorotan pada kemajuan teknologi luar angkasa yang kerap membuat kita terpukau, ada kabar dari SpaceX dan NASA yang justru bisa jadi pengingat penting bagi kita semua, terutama dalam mewujudkan impian internet murah untuk rakyat hingga ke pelosok desa.
Ringkasan Kabar
NASA punya rencana besar bernama Artemis III, ingin sekali lagi mengirim astronaut mendarat di Bulan. Untuk ini, mereka sangat mengandalkan roket canggih bernama Starship buatan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari dokumen internal yang bocor: Starship kemungkinan baru akan siap sekitar tahun 2028, setahun lebih lambat dari target sebelumnya di pertengahan 2027.
Penundaan ini bukan yang pertama kali. Awalnya, pendaratan manusia di Bulan ditargetkan 2024, lalu mundur ke 2027, dan kini tampaknya 2028 pun masih jadi tantangan. Masalah teknis pada roket dan berbagai uji coba yang belum sempurna, termasuk kemampuan pengisian bahan bakar di luar angkasa dan pendaratan tanpa awak di Bulan, menjadi penyebab utama. Bahkan, NASA kini mulai mencari alternatif lain, seperti wahana Blue Moon dari Blue Origin milik Jeff Bezos, meskipun itu pun diprediksi baru siap di tahun 2030.
Singkatnya, teknologi luar angkasa paling mutakhir pun tak lepas dari hambatan dan penundaan. Ini menunjukkan bahwa mewujudkan mimpi besar, apalagi yang melibatkan teknologi canggih, butuh waktu, usaha keras, dan seringkali juga kesabaran ekstra.
Dampak Bagi Kita
Lalu, apa hubungannya roket ke Bulan ini dengan kita, masyarakat biasa yang mendambakan internet lancar di rumah atau di desa? Sangat relevan! Kabar penundaan ini mengingatkan kita bahwa meskipun ada impian teknologi tinggi seperti satelit internet canggih di masa depan, fokus kita saat ini seharusnya tetap pada solusi yang lebih nyata dan segera untuk mewujudkan internet cepat dan murah di desa.
- Jangan Terlalu Berharap pada Janji Jauh: Teknologi luar angkasa memang menjanjikan banyak hal, termasuk potensi internet super cepat dari satelit yang bisa menjangkau pelosok. Namun, seperti yang terjadi pada Starship, pengembangan teknologi ini butuh waktu bertahun-tahun dan biaya sangat besar. Sambil menunggu inovasi masa depan, kita harus mendorong solusi yang sudah ada dan terjangkau.
- Prioritaskan Aksesibilitas dan Keterjangkauan di Bumi: Daripada hanya menunggu teknologi roket yang bisa saja memajukan sistem satelit internet di masa depan (yang juga bisa tertunda), kita perlu lebih fokus pada pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik mandiri atau memperkuat menara telekomunikasi di pedesaan. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan setiap desa punya akses internet yang stabil dan internet murah untuk rakyat.
- Manfaat Nyata untuk Masyarakat: Dengan internet yang terjangkau dan merata, masyarakat desa bisa menikmati banyak manfaat. Anak-anak bisa belajar online, petani bisa memasarkan hasil buminya, dan pelaku UMKM bisa mengembangkan bisnis online mereka. Internet bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan pokok untuk kemajuan ekonomi dan pendidikan. Tentu saja, penting juga untuk selalu waspada terhadap bahaya keamanan digital saat beraktivitas online.
- Solusi Sementara yang Praktis: Sambil menunggu infrastruktur yang lebih baik, solusi seperti penggunaan aplikasi penguat sinyal atau perangkat modem portabel bisa menjadi jembatan agar masyarakat tidak sepenuhnya terisolasi dari dunia digital.
Jadi, meskipun kabar penundaan roket ke Bulan mungkin terdengar jauh, ini adalah pengingat berharga: mewujudkan teknologi canggih memang sulit, tetapi menyediakan akses internet murah untuk rakyat di setiap sudut negeri adalah misi yang jauh lebih mendesak dan harus terus kita perjuangkan dengan solusi yang realistis dan terjangkau.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com