INTERNET RAKYAT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengukuhkan lima ilmuwan hebat sebagai profesor riset. Ini bukan sekadar acara formal di gedung megah, tapi di balik gelar-gelar ini tersembunyi potensi besar untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat kita, terutama dalam mewujudkan impian “Internet Rakyat” yang merata, terjangkau, dan bermanfaat langsung di setiap pelosok. Yang lebih membanggakan, empat dari lima profesor baru ini adalah perempuan, semakin menunjukkan kiprah ilmuwan wanita dalam memajukan negeri.

Ringkasan Kabar

Kelima peneliti yang akan dikukuhkan sebagai profesor riset itu adalah Ika Kartika, Murni Handayani, Maria Holly Herawati, Fitrah Ernawati, dan Tri Muji Susantoro. Mereka memiliki keahlian yang beragam, mulai dari mengembangkan material canggih, teknologi super kecil (nanomaterial), penanganan penyakit menular, masalah gizi, hingga pemanfaatan teknologi penginderaan jarak jauh untuk eksplorasi sumber daya alam. Intinya, mereka ini adalah “otak-otak” di balik inovasi yang bisa jadi fondasi kemajuan Indonesia.

Mari kita lihat bagaimana karya mereka bisa bersentuhan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam konteks Internet Rakyat:

  • Profesor Maria Holly Herawati meneliti tentang ‘Penguatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK)’. Ini krusial! Beliau menekankan pentingnya SIK yang kuat sebagai pondasi untuk Indonesia sehat dan bebas penyakit menular. Bayangkan, dengan SIK yang terintegrasi dan didukung internet, puskesmas di desa bisa mendeteksi penyakit lebih cepat, melacak penyebarannya, dan memberikan respons yang sigap. Ini berarti layanan kesehatan yang lebih efisien dan modern, mengurangi antrean, dan memudahkan akses informasi kesehatan penting bagi warga desa yang jauh dari fasilitas kesehatan utama.
  • Profesor Murni Handayani fokus pada nanoteknologi, yaitu teknologi super kecil, untuk energi, lingkungan, dan kesehatan. Riset beliau terkait energi bersih dan efisien sangat relevan. Jika kita bisa menghasilkan energi yang lebih murah dan ramah lingkungan, ini bisa menjadi solusi untuk mengoperasikan jaringan wifi voucheran rumahan atau usaha RT/RW Net legal di daerah terpencil yang belum terjamah listrik stabil atau ingin menekan biaya operasional.
  • Profesor Fitrah Ernawati meneliti upaya pencegahan stunting melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) PLUS. Ini masalah penting di masyarakat kita. Dengan adanya internet dan digitalisasi, informasi tentang gizi, pentingnya TTD PLUS, dan edukasi kesehatan lainnya bisa disebarkan lebih luas ke ibu hamil dan remaja putri di desa-desa, memperkuat program pencegahan stunting.
  • Profesor Tri Muji Susantoro ahli di bidang penginderaan jarak jauh untuk eksplorasi energi dan sumber daya mineral. Meskipun terdengar teknis, hasil riset ini bisa membantu pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur secara lebih efektif, termasuk penentuan lokasi terbaik untuk menara telekomunikasi dan jaringan internet di daerah terpencil, agar akses internet bisa lebih cepat merata.
  • Profesor Ika Kartika dengan risetnya mengenai material implan tulang yang disesuaikan dengan penduduk Indonesia. Walaupun tidak langsung terkait internet, kemajuan di bidang kesehatan ini, jika didukung oleh sistem informasi dan pelatihan berbasis digital, bisa mempercepat adopsi teknologi medis canggih di berbagai daerah, mewujudkan kemandirian kesehatan nasional.

Pengukuhan kelima peneliti hebat ini akan dilaksanakan pada Selasa (25/11/2025), yang akan menjadi momen penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Dampak Bagi Kita

Jadi, apa artinya semua terobosan ilmiah ini bagi kita, masyarakat biasa yang menginginkan internet lebih baik, lebih murah, dan lebih merata?

Pertama, dengan adanya riset Profesor Maria Holly di bidang Sistem Informasi Kesehatan, kita bisa berharap layanan kesehatan digital di desa semakin maju. Dokter atau petugas kesehatan bisa mengakses rekam medis pasien secara online, melakukan konsultasi jarak jauh (telemedicine), atau bahkan menyebarkan informasi pencegahan penyakit melalui grup chat komunitas desa. Ini akan sangat membantu daerah yang kurang tenaga medis, mengurangi biaya transportasi ke kota, dan mempercepat penanganan kesehatan.

Kedua, inovasi energi dari Profesor Murni Handayani bisa menjadi angin segar bagi para pelaku usaha RT/RW Net legal atau penyedia wifi voucheran rumahan. Jika sumber energi untuk tower internet bisa lebih murah dan stabil, biaya operasional akan berkurang, dan ini bisa berdampak pada harga paket internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat desa.

Ketiga, penelitian Profesor Fitrah Ernawati tentang pencegahan stunting dapat diperkuat dengan teknologi digital. Kampanye gizi, modul edukasi untuk ibu hamil dan remaja putri, serta sistem pengingat jadwal konsumsi TTD PLUS bisa disebarkan melalui aplikasi kesehatan atau media sosial. Ini adalah contoh nyata bagaimana internet bisa menjadi alat pemberdayaan digital UMKM di sektor kesehatan, bahkan sampai ke posyandu di pelosok untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Keempat, riset Profesor Tri Muji Susantoro mengenai penginderaan jauh akan membantu pemerintah dan penyedia jasa telekomunikasi dalam merencanakan pembangunan infrastruktur. Dengan data geospasial yang akurat, mereka bisa menentukan lokasi paling strategis untuk menempatkan menara BTS atau jalur fiber optik, memastikan internet bisa menjangkau daerah-daerah terpencil dengan lebih cepat dan efisien. Ini berarti akses internet yang lebih merata dan berkualitas untuk semua.

Secara keseluruhan, kerja keras para profesor riset BRIN ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan “Internet Rakyat” yang bukan hanya sekadar slogan, tetapi menjadi kenyataan. Internet yang tak hanya ada, tapi juga bermanfaat langsung untuk meningkatkan kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia, dari kota hingga ke desa. Digitalisasi inilah yang akan membawa kita selangkah lebih maju, membantu UMKM lokal bersaing dan membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak bangsa.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *