INTERNET RAKYAT – Valve, perusahaan game raksasa, baru-baru ini bikin heboh dengan memperkenalkan perangkat gaming canggih seperti Steam Machine. Namun, kabar yang mengikuti adalah peringatan tegas: jangan harap harganya bakal murah, terutama untuk Steam Machine. Bagi gamer kelas atas di kota, ini mungkin jadi bahan diskusi seru. Tapi, bagi sebagian besar masyarakat biasa, terutama yang tinggal di desa, kabar ini justru mengingatkan kita pada perjuangan yang lebih mendasar: bagaimana caranya agar akses internet merata dan terjangkau bisa sampai ke pelosok, serta mencari solusi sinyal susah yang masih jadi PR besar.
Ringkasan Kabar
Lewat podcast “The Friends Per Second Podcast”, Lawrence Yang (UX/Product Design) dan Pierra-Loup Griffais (programmer) dari Valve menjelaskan strategi harga untuk teknologi baru mereka. Mereka bilang, harga Steam Machine akan setara dengan biaya merakit komputer gaming canggih sendiri. Jadi, jangan bayangkan ini gadget murah meriah. Mereka berjanji akan memberikan “penawaran yang cukup bagus” untuk performanya, namun harga pastinya masih sulit ditentukan karena banyak faktor di luar kendali mereka. Intinya, Steam Machine ini bukan barang yang dijual rugi, melainkan perangkat premium dengan harga yang sebanding dengan performanya yang tinggi.
Dampak Bagi Kita
Kabar tentang harga Steam Machine yang mahal ini, meskipun tentang dunia gaming, justru menyoroti jurang lebar antara kemajuan teknologi mewah dan kebutuhan dasar masyarakat. Bagi warga desa atau keluarga dengan pendapatan pas-pasan, membeli perangkat gaming seharga belasan juta rupiah jelas bukan prioritas. Fokus utama kita adalah bagaimana agar anak-anak bisa belajar online tanpa putus-putus, bagaimana UMKM bisa berjualan lebih luas, dan bagaimana keluarga bisa tetap terhubung dengan kerabat yang jauh.
Mahalnya perangkat seperti Steam Machine ini juga menggarisbawahi pentingnya akses internet merata dan stabil. Perangkat canggih seperti itu butuh internet cepat untuk update, unduh game, dan main online. Jika internet saja masih mahal dan sinyalnya susah, jangankan bicara gadget mewah, kebutuhan dasar untuk berkomunikasi dan mengakses informasi saja sudah sulit. Ini menunjukkan bahwa fokus kita seharusnya bukan pada kemewahan teknologi yang mahal, melainkan pada pembangunan infrastruktur dasar yang esensial.
Bayangkan jika dana sebesar harga satu Steam Machine bisa digunakan untuk membangun jaringan usaha RT RW Net legal di sebuah desa. Bukan hanya memberikan hiburan, tapi juga pendidikan dan peluang ekonomi yang jauh lebih besar. Untuk warga desa yang ingin meningkatkan kemampuan internetnya, memahami dasar-dasar seperti Mudahnya Setting Mikrotik untuk Pemula bisa jadi langkah awal yang sangat bermanfaat untuk mengelola jaringan internet di lingkungan mereka.
Dengan internet yang stabil dan terjangkau, UMKM di desa bisa mengakses pasar lebih luas, bahkan menerapkan teknologi seperti Blockchain untuk transparansi, seperti yang dibahas dalam artikel Blockchain Bisa Ubah Nasib UMKM Indonesia. Meskipun Bitcoin dan investasi serupa mungkin tampak jauh, artikel tentang Rahasia di Balik Kekayaan Pengusaha Sukses dengan Bitcoin menunjukkan potensi ekonomi digital yang bisa dijangkau jika akses internet merata sudah terwujud di setiap sudut negeri.
Jadi, sementara para gamer menanti gadget mahal, kita, sebagai bagian dari INTERNET RAKYAT, terus menyuarakan pentingnya solusi sinyal susah dan internet yang adil untuk semua. Karena, konektivitas dasar jauh lebih penting daripada hiburan mewah bagi kemajuan bangsa.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com