INTERNET RAKYAT – Penemuan kota kuno yang tenggelam di Danau Issyk-Kul, Kirgistan, bukan sekadar kisah arkeologi biasa. Ini adalah pengingat kuat akan betapa vitalnya sebuah ‘jalur’ penghubung. Dulu, Jalur Sutra adalah urat nadi perdagangan dan informasi, menghubungkan Timur dan Barat. Kini, di era digital, peran itu diemban oleh internet. Dan bagi jutaan masyarakat di pelosok negeri, itulah yang kita sebut ‘Internet Rakyat’ – sebuah kebutuhan dasar untuk mencegah ‘kota-kota’ kita terisolasi di era modern.
Ringkasan Kabar
Para arkeolog baru-baru ini membuat penemuan menakjubkan: sebuah kota abad pertengahan yang tenggelam di dasar Danau Issyk-Kul. Kota ini dulunya adalah pos penting di Jalur Sutra, jalur perdagangan darat yang menghubungkan Tiongkok dengan Barat. Bayangkan, kota ini adalah semacam ‘pusat data’ atau ‘hub’ komunikasi dan ekonomi pada zamannya, tempat berbagai budaya dan agama bertemu, berdagang, dan bertukar informasi.
Namun, sekitar abad ke-15, sebuah gempa bumi dahsyat menghantam wilayah tersebut, menyebabkan kota itu tenggelam, seperti yang dijelaskan oleh arkeolog Valerii Kolchenko. Tragedi ini bukan hanya menghilangkan sebuah kota, tetapi juga memutus salah satu simpul penting dalam jaringan komunikasi dan perdagangan kuno yang luas. Kota yang tadinya hidup, multikultural, dan ramai dengan aktivitas jual beli, kini hilang di bawah air asin, terputus dari dunia luar.
Sisa-sisa bangunan, penggilingan biji-bijian, hingga pemakaman Muslim yang luas ditemukan, menunjukkan betapa makmurnya kota ini sebelum musibah itu datang. Penemuan ini mengingatkan kita bagaimana sebuah pusat konektivitas yang vital bisa lenyap, meninggalkan jejak sejarah yang kini baru bisa kita pelajari.
Dampak Bagi Kita
Kisah kota yang tenggelam ini memberi kita pelajaran berharga tentang pentingnya konektivitas. Bayangkan sebuah desa yang terpencil, tanpa akses internet. Kondisi ini mirip dengan kota kuno yang tiba-tiba terputus dari Jalur Sutra di masa lalu. Masyarakatnya mungkin memiliki potensi besar, produk lokal yang unik, atau cerita menarik, tetapi tidak ada jalur untuk menyebarkannya ke dunia luar.
Inilah mengapa konsep “Internet Rakyat” sangat krusial. Ini bukan sekadar tentang koneksi internet, melainkan tentang membangun “Jalur Sutra digital” yang baru, yang dapat dijangkau dan dimanfaatkan oleh siapa saja, bahkan di pelosok desa sekalipun. Dengan perangkat jaringan murah dan program internet masuk desa, impian ini bisa terwujud.
Bagi pemberdayaan digital UMKM di desa, internet membuka pintu pasar yang jauh lebih luas. Para pengrajin atau petani tidak lagi hanya bergantung pada pasar lokal; mereka bisa menjual produk mereka, dari makanan ringan khas daerah hingga kerajinan tangan, ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Anak-anak di desa bisa mengakses materi pelajaran daring, menambah wawasan, atau bahkan mengejar cita-cita melalui pendidikan jarak jauh. Hiburan, seperti bermain game online seperti PUBG Mobile, yang dulu mungkin hanya mimpi, kini bisa menjadi kenyataan, menghubungkan mereka dengan teman-teman di seluruh dunia.
Kisah kota tenggelam di Issyk-Kul mengingatkan kita bahwa isolasi, baik fisik maupun digital, bisa mematikan potensi. Sebaliknya, dengan menyediakan internet yang terjangkau dan mudah diakses, kita membangun jembatan, mencegah “kota-kota digital” kita tenggelam, dan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang di era informasi ini.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com