INTERNET RAKYAT – Pernah dengar soal ‘sel zombie’ dalam tubuh yang bisa bikin penyakit? Nah, di dunia internet pun, ada semacam ‘sel zombie’ atau hambatan yang membuat akses digital masih jauh dari kata merata, terutama bagi masyarakat di pelosok. Jika para peneliti gencar mencari cara membasmi sel-sel tua penyebab penyakit, kita pun harus sama-sama berjuang membasmi ‘sel zombie’ penghambat akses internet yang terjangkau dan berkualitas untuk seluruh rakyat!
Ringkasan Kabar
Para pengamat dan aktivis “Internet Rakyat” menduga bahwa “hambatan internet zombie” yang ada di banyak daerah, terutama pedesaan, berperan penting dalam menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan masyarakat. Hambatan ini bisa berupa infrastruktur yang sudah usang, jaringan yang lambat, atau biaya akses yang terlalu mahal. Mereka meyakini, dengan membasmi hambatan-hambatan ini, kita bisa membuka jalan bagi kemajuan digital yang lebih pesat.
Yang dimaksud dengan ‘hambatan internet zombie’ adalah komponen-komponen atau kondisi di lapangan yang sudah “tua” atau tidak lagi efisien. Ibarat sel yang berhenti membelah tapi masih mendekam, komponen internet ini mungkin masih ada, tapi tidak berfungsi optimal. Misalnya, tower BTS yang jangkauannya terbatas, kabel fiber optik yang belum mencapai desa-desa terpencil, atau perangkat modem wifi yang kurang memadai.
Dulu, mungkin infrastruktur ini punya peran, misalnya saat awal-awal internet masuk. Namun, kini ia malah jadi penghambat karena tidak mampu menopang kebutuhan digital yang semakin tinggi. Dalam “penelitian” di lapangan, terlihat bahwa menargetkan dan mengatasi “hambatan internet zombie” ini dengan solusi yang tepat, seperti menghadirkan modem wifi terbaik atau program internet murah untuk rakyat, dapat memperpanjang “harapan hidup” ekonomi dan sosial masyarakat, terutama di desa.
Fokus utama adalah pada “jalur-jalur” utama akses internet yang menghubungkan masyarakat, mirip seperti sel endotel yang melapisi pembuluh darah. Ketika jalur ini “menua” atau tidak optimal, ia akan membahayakan “metabolisme” ekonomi desa. Studi menunjukkan bahwa strategi untuk menangani masalah ini tidak hanya mengatasi internet yang lambat, tetapi juga berbagai aspek kesenjangan digital yang berkaitan dengan kemajuan jaman.
Ketika “hambatan internet zombie” ini diatasi, misalnya dengan pengadaan jaringan baru atau peningkatan kualitas sinyal di desa-desa, terlihat dampak positif yang signifikan. Ini diibaratkan seperti penghapusan sel tua yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan. Penghapusan hambatan internet dari daerah yang “terbelakang digital” dikaitkan dengan peningkatan peluang usaha, peningkatan akses informasi, dan penurunan kesenjangan digital secara keseluruhan.
Sebagai contoh, masyarakat jadi lebih mudah mengembangkan usaha rumahan. Banyak peluang usaha jasa rumahan kini bisa menghasilkan penghasilan hingga ratusan juta per bulan tanpa modal besar jika didukung internet yang baik. Baca selengkapnya di 5 Peluang Usaha Jasa Rumahan yang Bisa Menghasilkan Penghasilan Hingga Ratusan Juta Per Bulan Tanpa Modal Besar. Selain itu, UMKM juga bisa memanfaatkan teknologi seperti blockchain untuk transparansi, yang sangat butuh internet. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Revolusi Rantai Pasok UMKM Indonesia dengan Blockchain.
Hambatan internet yang “sakit” ini juga menghasilkan “zat inflamasi” berupa ketertinggalan informasi, kesulitan akses pendidikan, dan terbatasnya peluang digital. Solusinya? “Obat” kita adalah program internet murah sampai ke pelosok desa, penyediaan modem wifi terbaik, serta skema wifi voucheran rumahan yang terjangkau. Seperti ubur-ubur ‘Samurai’ yang menjelajah batas, akses digital kini harus dekat dengan rakyat. Pelajari lebih lanjut di Internet Murah Sampai ke Pelosok Desa: Seperti Ubur-ubur ‘Samurai’ yang Menjelajah Batas, Akses Digital Kini Dekat dengan Rakyat!.
Dampak Bagi Kita
Bagi masyarakat biasa, terutama yang tinggal di desa, kabar baik ini berarti harapan untuk tidak lagi tertinggal dalam arus digital. Bayangkan, dengan adanya internet murah untuk rakyat, anak-anak di desa bisa belajar online tanpa hambatan, petani bisa mengakses informasi harga pasar atau teknik pertanian terbaru, dan para pelaku UMKM bisa mempromosikan produknya ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Ini semua berkat upaya “membasmi sel zombie” di jaringan internet.
Keterjangkauan menjadi kunci. Program wifi voucheran rumahan yang harganya pas di kantong, ditambah dengan teknologi seperti modem wifi terbaik yang efisien dan mudah digunakan, akan sangat membantu. Ini bukan sekadar soal sambungan internet, tapi tentang membuka pintu kesempatan baru: meningkatkan pendidikan, ekonomi lokal, bahkan kesehatan masyarakat karena akses informasi medis jadi lebih mudah. Jadi, daripada mengatakan kita hanya akan mengatasi masalah pendidikan atau ekonomi secara terpisah, ide utamanya adalah bahwa semua itu berkaitan dengan akses digital yang merata. Ada “jalur umum” untuk semua kemajuan yang berkaitan dengan kemajuan digital, dan jalur itu harus bebas dari “sel zombie” penghambat.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / inet.detik.com