BALIGE TIMES – Di era digital ini, membangun kepercayaan konsumen adalah kunci sukses bagi setiap bisnis, tak terkecuali UMKM. Namun, dengan maraknya promosi berbayar yang terkadang terasa kurang autentik, konsumen semakin cerdas dan skeptis. Berita kali ini mengungkap sebuah strategi inovatif dari seorang ahli pemasaran yang berani berpikir ‘terbalik’ untuk menciptakan kolaborasi yang lebih kuat dan membangun kepercayaan merek yang langgeng. Pendekatan ini sangat relevan bagi UMKM yang ingin berinteraksi dengan audiens secara lebih bermakna.

Ringkasan Berita

Survei terbaru dari Clutch, sebuah pasar layanan global, mengungkapkan fakta mencengangkan: 53% konsumen secara terang-terangan tidak mempercayai promosi berbayar, dan semakin “terpoles” kontennya, semakin mencurigakan tampilannya. Bahkan, 41% konsumen ragu apakah mereka lebih mempercayai influencer atau merek. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pemasaran influencer tradisional yang selama ini dianggap sebagai solusi ampuh.

Laxsav, seorang ahli di bidang ini, tidak menyerah. Ia percaya bahwa masalah ini timbul karena banyaknya postingan berbayar yang bersifat acak dan kampanye pemasaran satu kali saja. Solusinya? Membangun hubungan autentik dengan pembuat konten dan/atau merek mitra yang benar-benar memahami audiens Anda. Dan di sinilah Laxsav menerapkan strategi yang “terbalik”.

Alih-alih memulai kampanye dengan meminta influencer membuat konten, Laxsav justru mengundang mereka untuk diwawancarai oleh salah satu eksekutif perusahaannya dan muncul sebagai tamu di saluran miliknya. Langkah cerdik ini mempermudah “masuknya” ke influencer sibuk yang menerima ribuan email penawaran. Setelah wawancara, tim Laxsav lah yang mengambil alih: mereka membuat konten dari wawancara tersebut (seperti memotongnya menjadi 2-3 video pendek, membuat grafis, dan bahkan menyusun salinan pesan media sosial) yang kemudian dapat dibagikan oleh influencer tersebut.

Strategi ini tidak hanya memberikan sesuatu yang mudah dibagikan kepada influencer, tetapi juga berfungsi sebagai pemecah kebekuan untuk kolaborasi lebih lanjut, menciptakan kemitraan jangka panjang yang terlihat autentik di mata audiens. Laxsav menekankan bahwa tujuan utamanya bukan hanya distribusi konten instan, tetapi membangun hubungan tepercaya dengan orang-orang yang dipercayai audiens Anda. Konsistensi dalam bekerja dengan berbagai mitra yang relevan dengan target audiens jauh lebih penting daripada lonjakan lalu lintas sesaat dari kampanye “glossy” masa lalu.

Pelajaran Bisnis

Bagi UMKM, pendekatan Laxsav menawarkan panduan berharga untuk membangun strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan:

  1. Pahami Pergeseran Kepercayaan Konsumen: Konsumen masa kini mendambakan transparansi, relevansi, dan nilai nyata. Kampanye yang terlalu “terpoles” dan hanya bertujuan menjual bisa jadi bumerang. Fokuslah pada membangun koneksi yang jujur dan autentik.
  2. Prioritaskan Hubungan, Bukan Hanya Konten Sekali Jadi: Alih-alih hanya mengejar influencer untuk satu postingan berbayar, investasikan waktu untuk membangun hubungan personal dan jangka panjang. Ini akan menghasilkan kolaborasi yang terasa lebih tulus dan dipercaya oleh audiens Anda.
  3. Terapkan Strategi Kolaborasi “Terbalik”:
    • Langkah Awal yang Cerdas: Jika Anda sulit menarik perhatian influencer besar, undang mereka untuk menjadi tamu di platform Anda sendiri (misalnya, wawancara di blog UMKM Anda, podcast, sesi IG Live, atau webinar). Ini adalah tawaran yang lebih menarik karena tidak meminta usaha besar dari mereka di awal.
    • Anda yang “Membuat Pekerjaan Mereka Mudah”: Setelah wawancara, Anda sebagai UMKM lah yang memproduksi berbagai materi promosi dari konten tersebut. Buat potongan video pendek, grafis menarik, atau draf postingan media sosial yang siap dibagikan oleh mitra Anda. Beri mereka “toolkit promosi” lengkap.
    • Memberikan Nilai Pertama: Dengan memberikan konten siap pakai dan platform untuk mereka bersinar, Anda telah memberikan nilai terlebih dahulu, yang secara alami membangun fondasi untuk kolaborasi di masa depan.
  4. Fokus pada Kualitas dan Konsistensi Hubungan: Kolaborasi awal adalah pemecah kebekuan. Tujuannya adalah menciptakan kemitraan jangka panjang yang terlihat seperti aliansi nyata, bukan hanya sponsor. Konsisten bekerja dengan berbagai mitra relevan yang menjangkau target audiens Anda jauh lebih baik daripada satu kampanye besar yang “meledak” lalu menghilang.
  5. Nilai Pembangunan Hubungan di Atas Distribusi Instan: Tidak semua mitra akan segera membagikan konten Anda dengan heboh. Namun, ingatlah bahwa tujuan utama adalah membangun hubungan tepercaya. Bahkan jika distribusi langsungnya tidak masif, benih-benih hubungan baik yang ditaburkan akan berbuah di kemudian hari.
  6. Pilih Autentisitas Daripada Produksi Glossy Mahal: Audiens saat ini lebih menyukai konten yang terasa nyata, percakapan, dan dapat dihubungkan, daripada produksi yang mahal dan kaku. UMKM dapat memanfaatkan ini dengan membuat konten yang lebih ringan dan berfokus pada keaslian suara dari para ahli atau mitra.
  7. Peran Kreatif Adalah Mengamplifikasi Suara Tepercaya: Dalam setiap konten, pastikan ada perspektif autentik dari narasumber atau mitra yang Anda kutip. Tujuan kreatif adalah memperkuat suara-suara tersebut dan memastikan setiap konten terasa seperti pengalaman yang dapat dipercaya dan dihubungkan oleh pembeli.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *