BALIGE TIMES – Di era digital ini, keberadaan online menjadi krusial bagi kelangsungan UMKM. Namun, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih bingung bagaimana memanfaatkan platform profesional seperti LinkedIn untuk mengembangkan bisnis mereka. Artikel ini akan membongkar rahasia di balik postingan sukses para influencer LinkedIn dan merangkumnya menjadi kiat-kiat praktis yang bisa langsung Anda terapkan untuk membuat konten yang menarik, relevan, dan berdampak bagi UMKM Anda.
Ringkasan Berita
Sebuah studi mendalam terhadap 50 influencer terkemuka di LinkedIn telah mengungkap pola dan strategi di balik postingan mereka yang paling sukses. Studi ini bertujuan mengatasi keterbatasan kerangka kerja konten LinkedIn yang umum dengan mengidentifikasi template postingan yang sangat spesifik. Setiap template dilengkapi dengan penjelasan mengapa postingan tersebut berhasil, apa yang unik dari topiknya, dan pelajaran yang bisa diambil. Hasilnya adalah kumpulan ide hook dan copywriting yang sangat konkret, mendorong pengguna LinkedIn untuk berinovasi melampaui metode yang sudah sering dibahas.
Pelajaran Bisnis
Berdasarkan analisis mendalam terhadap postingan influencer LinkedIn yang paling sukses, berikut adalah kiat-kiat praktis yang bisa diterapkan UMKM untuk meningkatkan kehadiran dan dampak mereka di platform profesional ini:
- Bagikan Kisah Perjuangan yang Relatable: Ceritakan tantangan atau hambatan yang pernah Anda alami sebagai pelaku UMKM. Jelaskan bagaimana Anda mengatasinya dengan 5 tips praktis dan sertakan 5 pertanyaan refleksi untuk audiens. Ini membangun koneksi emosional yang kuat.
- Sajikan Daftar Keterampilan dengan Kutipan Inspiratif: Buat postingan daftar seperti “X Keterampilan Penting untuk [Target Audiens UMKM]”. Mulai dengan kutipan inspiratif yang relevan untuk menarik perhatian lebih luas sebelum masuk ke poin-poin.
- Tawarkan 12 Solusi untuk Masalah Umum: Identifikasi masalah yang sering dihadapi UMKM di industri Anda dan berikan 12 solusi konkret yang berbeda, masing-masing dengan penjelasan singkat mengapa itu efektif. Gunakan hook seperti “Berhenti melakukan X yang tidak efektif: Ini 12 solusi Y yang akan memberikan hasil Z.”
- Fokus pada “Kesalahan yang Harus Dihindari”: Buat konten yang membahas kesalahan umum yang dilakukan UMKM dan bagaimana menghindarinya. Tema “self-care” atau keseimbangan juga sangat relevan bagi pengusaha UMKM.
- Berani Tampil Autentik dengan Gaya Personal: Jangan ragu menggunakan gaya bahasa yang lebih santai dan personal di LinkedIn. Ceritakan bagaimana atribut yang awalnya Anda anggap kelemahan justru menjadi kekuatan, dan berikan tips bagaimana UMKM lain bisa melakukan hal serupa.
- Visualisasikan Proses Bisnis Anda dengan Cerita: Bagikan cerita di balik salah satu proses unik di UMKM Anda yang lahir dari pengalaman. Sertakan foto asli tim atau aktivitas di balik layar untuk meningkatkan keterlibatan.
- Ungkap “Kesalahan Tersembunyi” Secara Bertahap: Identifikasi kesalahan yang mungkin tidak disadari banyak UMKM namun berdampak besar. Jelaskan secara langkah demi langkah bagaimana kesalahan itu terjadi dan apa konsekuensinya. Ini akan membuat audiens Anda merasa terpahami.
- Daur Ulang Konten Inspiratif dengan Kerangka Aksi: Ambil kutipan atau video inspiratif dari tokoh sukses, lalu kembangkan menjadi 3 pertanyaan atau langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan UMKM untuk mencapai tujuan tertentu.
- Bedah Inspirasi dari Tokoh Terkenal: Analisis objek favorit, buku, atau kutipan dari pendiri perusahaan atau tokoh sukses, lalu ekstrak pelajaran bisnis yang relevan untuk UMKM.
- Ubah Alur Kerja Internal Menjadi Template Bermanfaat: Kreasikan alur kerja atau proses internal UMKM Anda menjadi template atau panduan langkah demi langkah dalam format carousel LinkedIn yang dapat digunakan audiens.
- Sampaikan Opini Kontrarian yang Berani: Jangan takut menyuarakan opini yang berbeda dari praktik umum di industri Anda, terutama jika Anda memiliki bukti atau pengalaman yang mendukung. Ini menunjukkan keahlian dan keberanian.
- “Newsjacking” dengan Sudut Pandang Berbeda: Manfaatkan berita atau tren industri terkini untuk menantang keyakinan populer. Jelaskan mengapa keyakinan itu keliru berdasarkan berita tersebut dan sampaikan pandangan Anda yang lebih relevan untuk UMKM.
- Bagikan Solusi untuk “Realitas Pahit” Industri: Angkat tantangan atau realitas sulit di industri Anda yang mungkin di luar kendali langsung. Ceritakan pengalaman pribadi dan berikan 3 langkah spesifik yang Anda lakukan untuk mengatasinya.
- Kolaborasi dan Bagikan Proses Audit Berbasis AI: Berkolaborasi dengan UMKM atau profesional lain di LinkedIn. Publikasikan alur kerja atau proses audit (misalnya audit media sosial atau keuangan) yang Anda gunakan, terutama jika memanfaatkan alat AI.
- Fokus pada “Apa yang Harus Dihentikan”: Alih-alih hanya memberi tahu apa yang harus dilakukan, buat postingan tentang kebiasaan atau taktik yang seharusnya dihentikan oleh UMKM karena tidak efektif atau menyebabkan burnout.
- Tinjau Tren yang “Overhyped” dengan Realistis: Identifikasi tren yang terlalu dibesar-besarkan di dunia UMKM dan jelaskan mengapa banyak yang memanfaatkannya secara tidak efektif. Berikan perspektif yang lebih realistis dan berdampak.
- Atasi Kebiasaan Buruk dengan Data dan Solusi: Angkat kebiasaan buruk umum di kalangan pemilik UMKM, jelaskan konsekuensi negatifnya dengan data, dan berikan solusi langkah demi langkah untuk mengatasinya.
- Gunakan Visual untuk Kerangka Persuasi Efektif: Bagikan kerangka kerja persuasi atau penjualan. Gunakan visual yang kontras (seperti “sebelum vs sesudah”) untuk menunjukkan bagaimana penerapan strategi tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Dengan mengadaptasi kiat-kiat di atas, UMKM dapat menciptakan konten LinkedIn yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan nilai tambah, membangun kredibilitas, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan bisnis.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / copyblogger.com