BALIGE BIZ NEWS – Dunia usaha, khususnya UMKM, dihadapkan pada dinamika pasar yang terus berubah. Saat generasi Z lulusan perguruan tinggi memasuki pasar kerja yang penuh tantangan, ada pelajaran berharga dan peluang unik yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik bisnis kecil dan menengah. Dengan pembekuan rekrutmen oleh perusahaan besar, disrupsi AI di banyak peran awal, dan ketidakpastian ekonomi, kini adalah saat yang tepat bagi UMKM untuk berpikir strategis.
Ringkasan Berita
Pasar kerja saat ini menampilkan beberapa tren krusial yang berdampak pada ketersediaan talenta dan model bisnis:
- Perusahaan besar berhati-hati: Volatilitas ekonomi telah mendorong banyak perusahaan untuk menunda atau mengurangi rekrutmen. Ini berarti banyak talenta muda dan berkualitas mungkin mencari jalur lain selain korporasi besar.
- AI mengubah praktik rekrutmen dan pekerjaan: Otomatisasi dan alat AI generatif secara senyap mengambil alih tugas-tugas yang dulunya diberikan kepada pekerja magang atau staf tingkat awal. Pekerjaan dasar seperti riset, pembuatan konten, dan layanan pelanggan semakin banyak diotomatisasi.
- Paradoks pengalaman: Bahkan posisi yang dilabeli ‘entry-level’ seringkali mensyaratkan satu hingga dua tahun pengalaman. Hal ini menciptakan kesenjangan antara ketersediaan talenta muda dan persyaratan pekerjaan.
- ‘Ghost jobs’ nyata: Pelamar seringkali tidak mendapat kabar setelah melamar, membuat proses pencarian kerja menjadi lebih meresahkan dan menunjukkan bahwa pendekatan rekrutmen tradisional kurang efektif.
Namun, di balik situasi yang menantang ini, selalu ada peluang, terutama bagi UMKM yang bersedia berpikir berbeda dalam mencari talenta dan mengoperasikan bisnis.
Pelajaran Bisnis
Berikut adalah beberapa tips bisnis strategis untuk UMKM, terinspirasi dari tantangan dan peluang di pasar kerja saat ini:
- Bangun Jaringan dan Manfaatkan Sistem Referensi:
- Daripada hanya mengandalkan iklan lowongan kerja, investasikan waktu untuk membangun hubungan yang kuat. Jalin koneksi dengan universitas lokal, komunitas industri, atau komunitas profesional terkait bisnis Anda (misalnya, komunitas desainer, pembuat kode, penulis).
- Manfaatkan referensi. Kandidat yang direferensikan empat kali lebih mungkin untuk direkrut. Minta rekomendasi dari karyawan Anda saat ini, mitra bisnis, atau jaringan profesional Anda untuk menemukan talenta baru.
- Pastikan profil bisnis Anda di platform seperti LinkedIn atau situs web profesional selalu terbarui dan menyoroti nilai-nilai serta budaya perusahaan Anda.
- Rangkul AI sebagai Mitra Produktivitas:
- AI tidak akan hilang. Hal terbaik yang bisa dilakukan UMKM adalah belajar bekerja dengannya, bukan melawannya. Identifikasi tugas-tugas berulang dalam bisnis Anda (misalnya, riset pasar dasar, pembuatan draf konten, dukungan pelanggan awal) yang dapat diotomatisasi dengan AI.
- Latih diri Anda dan tim Anda untuk menggunakan alat AI seperti ChatGPT, Midjourney, atau Notion AI untuk meningkatkan alur kerja dan efisiensi. Ini memungkinkan tim Anda fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis.
- Fokus pada Pengembangan Keterampilan Kemanusiaan:
- Karena AI mengambil alih tugas-tugas teknis, UMKM harus menekankan pada pengembangan keterampilan yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Tingkatkan keahlian dalam berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kecerdasan emosional.
- Saat merekrut, cari kandidat yang menunjukkan potensi dalam keterampilan ini, bahkan jika pengalaman teknis mereka masih terbatas.
- Manfaatkan Ekonomi Gig dan Pekerja Kontrak:
- Di tengah ketidakpastian ekonomi, pekerjaan lepas (freelance) dan kontrak dapat menjadi jalur masuk terbaik bagi talenta dan peluang besar bagi UMKM.
- Coba proyek-proyek berbasis gig untuk mendapatkan keahlian spesifik tanpa harus merekrut karyawan penuh waktu. Ini juga cara bagi UMKM untuk mendapatkan pengalaman nyata dengan biaya yang lebih efisien.
- Jelajahi merekrut talenta dari startup, organisasi nirlaba, atau UMKM lainnya, karena mereka sering menghargai semangat kerja keras (‘hustle’) di atas sekadar resume.
- Jadikan UMKM Anda Magnet bagi Talenta Muda:
- Dengan perusahaan besar yang berhati-hati dalam rekrutmen, UMKM memiliki kesempatan unik untuk menarik lulusan Gen Z yang ambisius.
- Tawarkan pengalaman langsung, kesempatan belajar cepat, dan dampak nyata yang mungkin sulit didapat di korporasi besar. Gen Z sering mencari makna dan dampak dalam pekerjaan mereka.
- Berikan kesempatan kepada individu yang menunjukkan potensi dan etos kerja yang kuat, bahkan jika mereka belum memiliki “dua tahun pengalaman” yang sering disyaratkan perusahaan besar.
- Bangun “Personal Brand” Perusahaan Anda:
- Sama seperti individu membangun merek pribadi, UMKM perlu membangun merek perusahaan mereka. Tunjukkan nilai-nilai unik Anda melalui blog bisnis, proyek-proyek sampingan yang inovatif, atau portofolio online yang menarik.
- Merek yang kuat akan menarik tidak hanya pelanggan tetapi juga talenta yang selaras dengan misi dan visi Anda.
- Terapkan Mantra: Terlihat, Bernilai, Direferensikan:
- Formula lama—mendapatkan gelar, melamar secara online, dan menunggu kesempatan—tidak lagi menjamin kesuksesan. Untuk UMKM, pendekatan yang lebih baik adalah:
- Terlihat: Tingkatkan visibilitas online dan jaringan Anda.
- Bernilai: Tawarkan produk atau layanan yang luar biasa dan bermanfaat.
- Direferensikan: Dorong ulasan positif, testimoni, dan rekomendasi dari pelanggan setia serta mitra bisnis.
- Formula lama—mendapatkan gelar, melamar secara online, dan menunggu kesempatan—tidak lagi menjamin kesuksesan. Untuk UMKM, pendekatan yang lebih baik adalah:
Saat Gen Z terus memasuki dan membentuk ulang angkatan kerja, UMKM yang merangkul pendekatan baru untuk menavigasi ekonomi yang terhubung dan diperkuat AI adalah yang akan unggul dan tidak hanya bertahan. Jadikan hubungan, referensi, dan reinvensi sebagai keunggulan kompetitif bisnis Anda.
Sumber Foto: Dokumentasi Media / www.entrepreneur.com