BALIGE TIMES – Siapa yang tidak kenal Taylor Swift? Fenomena musik yang tak hanya memecahkan rekor penjualan album, namun juga menunjukkan kepiawaian pemasaran yang luar biasa. Di tengah euforia perilisan album terbarunya, The Life of a Showgirl, yang mencetak sukses besar dan memunculkan berbagai momen viral, para pelaku UMKM bisa memetik pelajaran berharga dari strateginya.

Ringkasan Berita

Seorang konsultan pemasaran dan penggemar berat Taylor Swift berhasil merangkum beberapa strategi kunci yang digunakan oleh bintang pop ini. Meskipun tidak semua bisnis bisa mencapai popularitas global atau mengadakan tur stadion yang terjual habis, esensi dari taktik pemasaran Swift dapat diadaptasi untuk skala yang lebih kecil, termasuk oleh UMKM. Fokus utamanya adalah bagaimana Swift membangun hubungan yang mendalam dengan penggemarnya, menjaga konsistensi merek, menampilkan kepribadian autentik, dan menciptakan komunitas yang inklusif.

Pelajaran Bisnis

1. Bangun Komunitas Penggemar yang Setia

Taylor Swift dikenal karena kesetiaannya kepada para “Swifties” yang setia. Ia pernah secara tak terduga datang ke pesta pernikahan penggemar, membelikan hadiah Natal, dan mengadakan “Secret Sessions” di mana ia memutar album baru secara eksklusif sambil menikmati hidangan buatan sendiri bersama kelompok penggemar terpilih. Pengalaman-pengalaman ini membuat penggemar merasa unik dan istimewa, memperkuat kesetiaan mereka seumur hidup.

Tips untuk UMKM: Investasikan waktu untuk membangun hubungan personal dengan pelanggan setia Anda. Tawarkan program loyalitas eksklusif, beri kejutan kecil, atau adakan acara terbatas untuk pelanggan terbaik. Buat mereka merasa dihargai dan menjadi bagian dari keluarga bisnis Anda.

2. Pertahankan Konsistensi Merek dan Prediktabilitas

Setiap era album Swift hadir dengan ciri khasnya: varian vinyl eksklusif, skema warna yang berbeda (seperti oranye cerah dan hijau mint untuk The Life of a Showgirl), dan merchandise khusus. Metode ini menarik para kolektor dan menunjukkan bagaimana karier Swift terus berkembang seiring waktu. Pelanggan menyukai bisnis yang dapat diprediksi dan diandalkan.

Tips untuk UMKM: Kembangkan identitas merek yang kuat dan konsisten—mulai dari logo, palet warna, gaya komunikasi, hingga kualitas produk. Buatlah jadwal konten rutin (misalnya, postingan mingguan atau buletin bulanan) agar pelanggan tahu apa yang bisa mereka harapkan dari Anda. Gunakan kalender konten untuk merencanakan strategi Anda.

3. Tunjukkan Kepribadian Asli dan Autentisitas

Di awal kariernya, Swift aktif berbagi kehidupannya melalui video blog dan buku harian di MySpace. Meskipun tidak lagi seaktif dulu di media sosial, setiap kali ia muncul, kepribadiannya yang unik selalu terpancar. Ingatlah bagaimana ia pernah secara “tak sengaja” membawa orang tuanya ke klub malam di Las Vegas?

Tips untuk UMKM: Jangan takut untuk menunjukkan kepribadian Anda atau merek Anda di media sosial. Berbagi cerita di balik layar, momen lucu, atau pandangan pribadi (yang relevan dengan bisnis) dapat membuat audiens Anda merasa lebih terhubung dan melihat sisi manusiawi dari merek Anda. Autentisitas membangun kepercayaan.

4. Ciptakan Komunitas yang Inklusif

Meskipun fandom Swift memiliki “lore” yang kaya, ia selalu terbuka untuk penggemar baru, bahkan mereka yang baru bergabung. Penggemar lama juga antusias untuk merangkul pendatang baru, dari “Taylor Tots” (balita penggemar Swift) hingga mereka yang baru saja menjadi penggemar. Contohnya, tarian TikTok viral untuk lagu “The Fate of Ophelia” yang sangat mudah diikuti, bahkan bisa dilakukan sambil duduk.

Tips untuk UMKM: Pastikan komunitas pelanggan Anda merasa selamat datang dan inklusif. Ciptakan konten atau aktivitas yang mudah diakses dan diikuti oleh semua orang, baik pelanggan lama maupun baru. Dorong pelanggan setia Anda untuk berbagi pengalaman positif dan undang orang lain untuk bergabung. Permudah proses menjadi bagian dari komunitas Anda.

Dengan mengadaptasi pelajaran dari strategi pemasaran Taylor Swift ini, UMKM dapat membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan loyalitas pelanggan yang langgeng. Ingat, kuncinya adalah koneksi, konsistensi, dan keautentikan.


Sumber Foto: Dokumentasi Media / blog.hubspot.com

By mangasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *