BALIGE BIZ – Apakah Anda ingin tahu rahasia di balik kesuksesan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Salah satu kunci kesuksesan UMKM adalah menghitung Break Even Point (BEP) dengan benar. Break Even Point adalah titik di mana pendapatan bisnis sama dengan biaya bisnis, sehingga tidak ada keuntungan atau kerugian. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung Break Even Point yang benar untuk meningkatkan keuntungan bisnis Anda.
Peluang Usaha
Peluang usaha ada di mana-mana, namun tidak semua peluang usaha dapat menghasilkan keuntungan. Untuk meningkatkan keuntungan bisnis, Anda perlu memilih peluang usaha yang tepat dan menghitung Break Even Point dengan benar. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual untuk mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan.
Analisa Modal
Berikut adalah contoh tabel analisa modal untuk menghitung Break Even Point:
| Biaya | Jumlah |
|---|---|
| Biaya Produksi | Rp 100.000 |
| Biaya Operasional | Rp 50.000 |
| Biaya Pemasaran | Rp 20.000 |
| Total Biaya | Rp 170.000 |
Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa total biaya adalah Rp 170.000.
Langkah Memulai
Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung Break Even Point:
- Langkah 1: Tentukan harga jual produk. Misalnya, harga jual produk adalah Rp 200.000 per unit.
- Langkah 2: Hitung biaya variabel per unit. Biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah tergantung pada jumlah produksi. Misalnya, biaya variabel per unit adalah Rp 50.000.
- Langkah 3: Hitung kontribusi margin per unit. Kontribusi margin adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel. Misalnya, kontribusi margin per unit adalah Rp 150.000 (Rp 200.000 – Rp 50.000).
- Langkah 4: Hitung Break Even Point. Break Even Point dapat dihitung dengan rumus: Break Even Point = Total Biaya / Kontribusi Margin per Unit. Misalnya, Break Even Point adalah 1.133 unit (Rp 170.000 / Rp 150.000).
Dari perhitungan di atas, kita dapat melihat bahwa Break Even Point adalah 1.133 unit. Artinya, bisnis harus menjual minimal 1.133 unit produk untuk mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan.
Sumber Foto: Ilustrasi Unsplash (Bebas Royalti)